Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Umumnya cerah, 18.4 ° C

Kursi PKS Bertambah, Lampu Kuning buat Partai Golkar

Handri Handriansyah
ILUSTRASI pencoblosan tps pemilu pileg.*/DOK.PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI pencoblosan tps pemilu pileg.*/DOK.PIKIRAN RAKYAT

SOREANG, (PR).- Hasil pemilu legislatif DRPD Kabupaten Bandung 2019 dinilai sebagai cermin keinginan masyarakat terhadap perubahan. Masyarakat Kabupaten Bandung terkesan sudah mulai bosan dengan stagnansi kepemimpinan Partai Golkar, sehingga mereka mencari alternatif baru dalam orientasi politik.

Hal itu diungkapkan oleh pengamat politik Universitas Bale Bandung Rendy Adiwilaga saat dihubungi Selasa 14 Mei 2019. "Dalam kondisi seperti itu, melesatnya raihan suara dan kursi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPRD Kabupaten Bandung sebenarnya sudah bisa diprediksi sejak awal," ucapnya.

Rendy menambahkan, penurunan kursi Partai Golkar di DPRD Kabupaten Bandung memang masih tipis. Turun dari 12 menjadi 11 kursi, tetap membuat partai berlambang pohon beringin itu sebagai peringkat pertama dalam pileg 2019 di Kabupaten Bandung.

Meskipun demikian, kata Rendy, lonjakan kursi PKS dari 6 menjadi 10 di ranah legislatif sepatutnya menjadi lampu kuning bagi Partai Golkar. Jika tidak diantisipasi, bukan tidak mungkin di pileg selanjutnya Partai Golkar bisa disalip oleh PKS ataupun partai-partai lain yang juga memiliki peluang terus menanjak.

Terlebih dengan menguatnya politik identitas dan militansi masyarakat terhadap pemenangan Capres nomor urut 2 beberapa waktu lalu. Hal itu bisa jadi terinspirasi oleh militansi kader PKS yang dinilai total oleh masyarakat Kabupaten Bandung.

"Selain membuat capres nomor urut 2 menang di Kabupaten Bandung, hal itu juga terbukti mampu mengatrol raihan suara dan kursi PKS di DPRD Kabupaten Bandung," kata Rendy.

Rendy memprediksi komposisi legislatif di Kabupaten Bandung ke depan setidaknya sedikit akan bisa "merepotkan" manuver eksekutif yang masih menjadi representasi Partai Golkar, dalam proses implementasi kebijakan. "Namun tidak akan sampai mengguncang keras, karena hegemoni Partai Golkar di Kabupaten Bandung masih sulit tergoyahkan baik dari segi aspek birokrasi maupun pola kader di lingkup terkecil yaitu pemerintahan desa," ujarnya.

Selain itu, kata Rendy, eskalasi tarik menarik kepentingan dalam proses formulasi dan implementasi kebijakan antara eksekutif dan legislatif pun tidak akan sampai memuncak. Soalnya masa jabatan Bupati Bandung Dadang M. Naser hanya tinggal hitungan bulan sejak pelantikan anggota DPRD Kabupaten Baru periode 2019-2024 pada Oktober 2019.

Meskipun demikian, Rendy kondisi akan berbeda jika nanti PKS pecah kongsi dengan Partai Golkar dan mengusung sendiri calon bupati pada Pilkada 2020. "PKS memiliki kans sebagai kekuatan baru untuk menantang Partai Golkar di Pilkada 2020," ucapnya.***

Bagikan: