Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Langit umumnya cerah, 17 ° C

Diduga Sopir Mengantuk, Honda Freed Menabrak Mesin SPBU

Mochammad Iqbal Maulud
MOBIL Honda Freed yang menabrak mesin pengisian bensin di Jalan Sunda, Kota Bandung pada Rabu, 15 Mei 2019.*/DOK. SATLANTAS POLRESTABES BANDUNG
MOBIL Honda Freed yang menabrak mesin pengisian bensin di Jalan Sunda, Kota Bandung pada Rabu, 15 Mei 2019.*/DOK. SATLANTAS POLRESTABES BANDUNG

BANDUNG, (PR).- Sebuah mobil jenis Honda Freed menabrak mesin pengisian bensin di SPBU yang terletak di Jalan Sunda Kota Bandung, Rabu, 15 Mei 2019. Selain rusaknya mesin pengisian bensin, sebuah sepeda motor pun rusak karena tertimpa mesin yang tertabrak tersebut.

Kejadian ini terjadi sekira pukul 06.00 WIB‎. Diduga sopir mengantuk dan langsung menabrak mesin pengisian bensin. "Ada insiden tadi, mobil nabrak mesin, diduga sopir ngantuk sih atau tidak tahu lah. Bensin sedikit keluar tadi karena itu kami bersihkan," ucap Syahril salah seorang pegawai pom bensin di lokasi.

Menurut Syahril‎ pom bensin pun sementara ditutup hingga semuanya beres. Pom ditutup sementara dari Jalan Gudang Utara maupun dari Jalan Sunda, seperti diketahui pom bensin ini memiliki 2 pintu masuk.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung‎, Ajun Komisaris Besar Polisi Agung Reza membenarkan hal tersebut. Menurut Agung mobil Honda Freed tersebut selain menabrak mesin dispenser bensin dan motor, juga menabrak mobil lainnya.

"Mobil Honda Freed juga menabrak sebuah mobil jenis Daihatsu Sigra sebelum menabrak dispenser. Diduga pengemudi mobil Honda Freed kurang konsentrasi hingga menabrak mobil yang sedang mengisi BBM," katanya.

Agung menyatakan setelah menabrak mobil Daihatsu Sigra tersebut, kendaraan tidak langsung berhenti. Honda Freed berwarna putih tersebut menabrak mesin dispenser BBM lalu mesin BBM terguling, dan akhirnya menimpa sepeda motor jenis Honda Vario.

"Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini, meski demikian pom bensin ditutup sementara untuk dibersihkan." ujarnya.

Oleh karena itu Agung meminta kepada masyarakat untuk terus menjaga konsentrasi dalam mengemudi, apalagi saat bulan Ramadan. "Jika mengantuk lebih baik tidak usah dipaksakan, istirahat saja terlebih dahulu, agar kejadian serupa tidak terulang lagi," ujarnya.***

Bagikan: