Pikiran Rakyat
USD Jual 14.670,00 Beli 14.370,00 | Cerah, 27 ° C

Polres Cimahi Petakan Arus Mudik dan Daerah Rawan Bencana

Ririn Nur Febriani
KASATLANTAS Polres Cimahi AKP Suharto menjelaskan rencana rekayasa arus lalu lintas untuk mengatasi kemacetan di Kota Cimahi, pada Rakor Lintas Sektoral dalam rangka operasi Ketupat Lodaya 2019, di Gedung Pengabdian Polres Cimahi Jalan Jenderal Amir Mahmud Kota Cimahi, Senin 13 Mei 2019.*/ RIRIN NUR FEBRIANI/ PR
KASATLANTAS Polres Cimahi AKP Suharto menjelaskan rencana rekayasa arus lalu lintas untuk mengatasi kemacetan di Kota Cimahi, pada Rakor Lintas Sektoral dalam rangka operasi Ketupat Lodaya 2019, di Gedung Pengabdian Polres Cimahi Jalan Jenderal Amir Mahmud Kota Cimahi, Senin 13 Mei 2019.*/ RIRIN NUR FEBRIANI/ PR

CIMAHI, (PR).- Menghadapi arus mudik Lebaran 2019,  Polres Cimahi melakukan pemetaan daerah rawan bencana, rawan kemacetan, hingga rawan kecelakaan. Pemerintah daerah perlu melakukan antisipasi agar dampak negatif bisa ditekan demi kelancaran dan keamanan kegiatan mudik masyarakat.

"Berbagai masalah sudah diidentifikasi lewat survey yang dilakukan. Kami harap ada upaya penanganan dari pemerintah daerah untuk mendukung kegiatan mudik masyarakat," ujar Wakapolres Cimahi Kompol Widi Setiawan usai Rakor Lintas Sektoral dalam rangka operasi Ketupat Lodaya 2019, di Gedung Pengabdian Polres Cimahi Jalan Jenderal Amir Mahmud Kota Cimahi, Senin 13 Mei 2019.

Untuk pelaksanaan kegiatan mudik, kepolisian bakal menggelar Operasi Ketupat Lodaya 2019. Widi menjelaskan, operasi ketupat merupakan operasi kemanusiaan sehingga petugas yang terlibat dalam pengamanan Lebaran mengutamakan tindakan persuasif bekerja sama dengan TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya.

“Kami sudah melaksanakan survey dan melaksanakan rapat internal, ada beberapa titik kerawanan yang menjadi perhatian kami yaitu titik rawan longsor, tidak ada lampu penerangan jalan, dan rawan kecelakaan, sehingga kami berharap agar instansi terkait dapat menindaklanjuti apa yang menjadi kesepakatan bersama dalam rakor tadi,” katanya.

Dia menjelaskan, titik rawan longsor di antaranya di jalan Kolonel Masturi desa Gudang Kahuripan, dan jalan raya Cibodas Maribaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat.

“Serta Jalan Kolonel Masturi, dari Kota Cimahi yang jadi alternatif menuju Lembang, namun kurang penerangan padahal kontur jalannya sempit dan turunan curam.
Kita minta respons dari pemerintah daerah untuk menyiapkan sarana prasarana penunjang keselamatan berkendara, karena kita sudah cek ke lapangan dan masih banyak kekurangan, terutana penerangan jalan dan marka. Rawan longsor perlu kita perhatikan agar jangan sampai muncul korban saat mudik," ucapnya.

Untuk wilayah rawan kemacetan yang disoroti di antaranya Jalan Raya Padalarang, Jalan Raya Lembang, Simpang Beatrix, serta Jalan Raya Amir Machmud. Beberapa jalan raya itu menjadi biang kemacetan selama Ramadan hingga menjelang arus mudik lLbaran karena aktivitas pasar tumpah serta parkir sembarangan.

"Untuk di Padalarang karena ada pasar tumpah memang jadi sumber kemacetan. Kita akan tempatkan petugas untuk mengurai kemacetan. Penertiban parkir juga dilakukan instansi terkait di titik kemacetan lainnya," ujarnya.

Untuk titik pengamanan jalur mudik dan balik Lebaran, Polres Cimahi menyiapkan tiga pos pengamanan, dua pos pelayanan, dan ratusan pos pengaturan di sepanjang jalur mudik dan jalur balik lebaran,” ucapnya.

Personel yang dilibatkan mencapai 723 orang dari Polres Cimahi dan dari instansi terkait mencapai 1.000 orang.

"Kita akan siapkan petugas di tiap persimpangan, dan melakukan rekayasa arus lalu lintas bila diperlukan. Nanti akan mengarahkan kendaraan melalui jalur alternatif jika kondisi kemacetannya sudah parah," tuturnya.***
 

 

Bagikan: