Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sebagian berawan, 20.5 ° C

Dosen Penyebar Ujaran Kebencian Belum Ditahan

Mochammad Iqbal Maulud
Hoaks/DOK. PR
Hoaks/DOK. PR

BANDUNG, (PR).-  SDS  dosen tidak tetap di ‎universitas swasta di Kota Bandung yang diamankan kepolisian karena menyebarkan ujaran kebencian belum ditahan. Hal ini karena  Polda Jabar masih melakukan penyelidikan yang melibatkan ahli bahasa.

Seperti diketahui SDS diamankan pihak ‎kepolisian karena ujaran kebencian melalui media sosial. Pada ujaran kebencian tersebut SDS melakukan ujaran kebencian yang berisi kata-kata yang di dalamnya ada yang mengancam pihak kepolisian.

"Untuk kasus penyebaran atau ujaran kebencian dan berita bohong diatur dalam undang-undang RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukuman pidana. Kemudian saudara SDS ancaman hukumannya setelah dilakukan proses penyelidikan melibatkan ahli," kata Kabid Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko, di sela-sela silaturahmi, Panglima TNI dan Kapolri di Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung,  Senin 13 Mei 2019.

Menurut Truno,  alat bukti pun harus dilengkapi, artinya dengan melibatkan ahli bahasa. "Kemudian bahwasanya ini hanya bersifat berita bohong dan ancaman hukumannya masih di bawah lima tahun atau pasal ini bukan pasal pengecualian. Sehingga tidak ditahan," katanya.

Truno pun menyampaikan SDS bisa ditahan jika yang bersangkutan mengulangi perbuatannya atau melarikan diri.

Oleh karena itu lanjut Truno makanya secara hukum diambil secara objektif. Berdasarkan ‎peraturan undang-undang, maka yang bersangkutan tetap dilakukan proses penyelidikan secara tegas. Namun meski demikian pada proses penyelidikan tak dilakukan penahanan.

"Yang bersangkutan harus tetap wajib lapor, dan jika sewaktu-waktu dipanggil, harus bisa hadir," katanya menambahkan.

Disinggung mengenai apakah kasus ini akan naik ke penyidikan, Truno mengiyakan hal tersebut namun dengan syarat-syarat. Karena bisa saja ada penghentian proses penyidikan tersebut.***

 

Bagikan: