Pikiran Rakyat
USD Jual 14.670,00 Beli 14.370,00 | Umumnya cerah, 24.4 ° C

Insentif Guru Honorer di Bandung Barat Naik Tiga Kali Lipat

Cecep Wijaya Sari
GURU Honorer.*/DOK. PR
GURU Honorer.*/DOK. PR

NGAMPRAH, (PR).- Insentif guru dan tenaga kependidikan honorer di Kabupaten Bandung Barat tahun ini naik menjadi Rp 1,5 juta/tahun dari sebelumnya Rp 500.000/tahun. Untuk semester pertama, insentif telah dicairkan pada April lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Bandung Barat Imam Santoso mengungkapkan, total insentif untuk para pendidik dan tenaga kependidikan non-PNS ini mencapai Rp 12 miliar. "Jumlah guru honorer dan tenaga kependidikan sekitar 11.000 orang. Namun, belum semuanya ter-cover," katanya di Ngamprah, Senin, 13 Mei 2019.

Menurut dia, insentif dari pemerintah daerah ini diberikan untuk para honorer yang telah bekerja minimal selama enam tahun. Dengan demikian, setiap tahun jumlahnya terus bertambah.

Pencairan insentif ini disalurkan langsung ke rekening penerima sebanyak Rp 750.000/semester. Sementara itu, data penerima diajukan oleh setiap sekolah yang kemudian diverifikasi dan validasi oleh Dinas Pendidikan untuk kemudian mendapatkan SK bupati. "Insentif ini diberikan untuk para honorer dari mulai PAUD, TK, SD, sampai SMP," katanya seraya menambahkan, jumlah insentif sama rata untuk setiap satuan pendidikan.

Imam juga menuturkan, jika dibandingkan dengan tahun lalu, insentif tahun ini naik 3 kali lipat. Hal ini berdasarkan kebijakan bupati dengan pertimbangan jasa para honorer yang banyak membantu terselenggaranya kegiatan pendidikan.

"Kita ketahui, banyak para honorer ini susah diangkat menjadi PNS karena kuotanya terbatas. Oleh karena itu, pemerintah daerah mengambil kebijakan kenaikan insentif ini," tuturnya. 

Sebelumnya, kenaikan insentif bagi guru honorer ini disampaikan langsung oleh Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dalam kegiatan Upacara Peringatan HUT ke-47 Korpri, HUT kr-73 PGRI dan Hari Guru Nasional Tingkat Kabupaten Bandung Barat pada akhir tahun 2018 lalu dengan Tema Hari Guru Nasional “Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad XXI”.

Menurut Umbara, kenaikan insentif tersebut sudah resmi dan telah mendapat persetujuan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung Barat. Kenaikan ini bertujuan untuk meminimalisasi ketimpangan kesejahteraan antara guru PNS dan honorer. Sebab, peran guru honorer sama pentingnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan. 

"Hanya status saja yang membedakan, sehingga kami bertekad meningkatkan kesejahteraan mereka agar terus semangat dalam mendidik anak di sekolah,” ujarnya.***

Bagikan: