Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sebagian berawan, 20.5 ° C

Naik Bus Wisata Sakoci, Bisa Bayar Pakai Sampah

Ririn Nur Febriani
Bus Sakoci .*/RIRIN N.F/PR
Bus Sakoci .*/RIRIN N.F/PR

CIMAHI, (PR).- Pemerintah Kota Cimahi mewacanakan pembayaran tiket bus wisata Saba Kota Cimahi (Sakoci) menggunakan sampah anorganik. Hal itu bisa menggugah minat masyarakat memilah sampah sekaligus mengurangi timbunan sampah di Kota Cimahi.

Wacana itu muncul berdasarkan hasil evaluasi. Ada sejumlah instansi yang dilibatkan untuk menggarap inovasi bayar tiket Sakoci pakai sampah di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Dinas Perhubungan dan Organda Kota Cimahi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Mochamad Ronny menjelaskan, dalam evaluasi itu dibahas seputar tarif Sakoci hingga proses penguraian sampah. Dari situ, muncul ide bersama menukar sampah anorganik dengan tiket Sakoci.

Rencana penurakan sampah anorganik dengan tiket Sakoci akan sangat membantu terhadap pengurangan timbunan sampah di Kota Cimahi. Sebab, diharapkan masyarakat termasuk kaum milenial bisa semakin termotivasi untuk memilah sampah dan bisa menabung sampah di unit Bank Samici.

"Selain berwisata, juga membantu pengurangan sampah," ujarnya, Minggu, 12 Mei 2019.

Dikatakannya, sejauh ini belum ada aturan detail mengenai mekanisme konversi sampah anorganik menjadi tiket Sakoci. Namun, dari hasil pembahasan sementara hampir dipastikan semua unit Bank Samici di Kota Cimahi akan dibuka tabungan sampah untuk dikonversi jadi tiket Sakoci.

"Unit bank Bank Samici ada 221, yang aktif sekitar 75 persen. Itu tersebar, ada di RW, sekolah dan perkantoran," tuturnya.

Besaran nominal konversi sampah jadi nilai rupiah pun kemungkinan akan mengikuti teknis menabung sampah yang sudah berjalan selama ini. Ronny mencontohkan, misalnya sampah botol kemasan sebanyak 1 kilogram botol kemasan dihargai Rp 4.000.

"Harga tiket Sakoci Rp 15 ribu untuk pelajar dan Rp 20 ribu untuk dewasa. Artinya kalau mau dikonversi jadi tiket, minimal harus menabung sampah 5 kilogram sampah anorganik seperti plastik, kertas dan sebagainya," ujarnya.

Pihaknya belum memastikan kapan wacana tersebut terealisasi. Sebab, harus ada Momerendum of Understanding (MoU) dengan pihak terkait. "Kami berharap konversi sampah anorganik menjadi tiket Sakoci ini bisa secepatnya diterapkan," tuturnya.***

Bagikan: