Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 30 ° C

Terminal Leuwipanjang Akan Direvitalisasi

Muhammad Fikry Mauludy
Terminal Leuwipanjang.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
Terminal Leuwipanjang.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Kementerian Perhubungan akan merevitalisasi Terminal Leuwipanjang mulai tahun depan. Pembenahan Terminal Leuwipanjang akan dirancang sebagai simpul koneksi antarmoda transportasi di Kota Bandung.

“Harapan kita tentu ke depan jadi koneksi antarmoda. Intinya akan disinkronkan, antara terminal tipe A di bawah kewenangan pusat, dengan rencana TOD untuk koneksi antarmoda seperti LRT, BRT, dan lainnya,” ujar Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bandung Anton Sunarwibowo, di Bandung, Jumat, 10 Mei 2019.

Sesuai aturan, terminal tipe A seperti Leuwipanjang telah beralih kendali di bawah operasional Balai Pengelolaan Transportasi Darat, Wilayah 9 Jawa Barat, sebagai perwakilan Kementerian Perhubungan di Jawa Barat. Kemenhub mengatur lalu lintas bus Antar Kota Dalam Provinsi dan Antar Kota Antar Provinsi.

Dari sekitar 4 hektare total lahan Terminal Leuwipanjang, 3 hektare yang digunakan untuk operasional bus sudah tergolong padat. Terminal Leuwipanjang dipadati 200 bus di akhir pekan. Musim mudik, terminal semakin penuh.

Seusai standar kelayakan, kata Anton, idealnya terminal berdiri di atas lahan 5 hektare. Banyak kebutuhan yang harus melengkapi kenyamanan penumpang maupun awak bus. 

Saat ini, Terminal Leuwipanjang tidak memiliki zonasi-zonasi khusus untuk membagi fungsi terminal sesuai kebutuhan.

Terminal Leuwipanjang.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Adapun saat ini alur bus di Terminal Leuwipanjang tidak beraturan. Jika terminal akan dibangun, kata Anton, Kementerian Perhubungan akan membuat zonasi sebagai pelengkap aktifitas di dalamnya. Demi kenyamanan, bus juga akan diatur sesuai jadwal.

“Idealnya terminal diisi bus yang mau berangkat dan yang masuk. Sekarang masih ada yang ngetem di dalam. Di luar negeri, bus diam di pool masing-masing, karena sudah pakai schedule. Pusat juga merancang bus terjadwal seperti itu. Nantinya bus masuk ke terminal beberapa saat sebelum menjemput penumpang,” ujarnya.

Bagian depan Terminal Leuwipanjang seluas 1 hektare yang saat ini berdiri kantor Dishub Kota Bandung akan tetap dipertahankan. Selain fungsi kantor, jumlah ruang yang tersisa di sisi akses Jalan Soekarno-Hatta itu akan digunakan untuk pool bus Bandros, beberapa bus TMB yang perlu penanganan darurat, hingga parkir mobil pelanggar yang diderek Dishub Kota Bandung.***

Bagikan: