Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 17.7 ° C

Awal Ramadan, Sampah Meningkat hingga 10 Persen

Hendro Susilo Husodo
TPA Sarimukti.*/DOK PR
TPA Sarimukti.*/DOK PR

NGAMPRAH, (PR).- Pada awal Ramadan ini volume sampah di Kabupaten Bandung Barat mengalami peningkatan sekitar 5-10 persen. Akibatnya, petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup KBB harus bekerja ekstra.

Demikian disampaikan Pelaksana Tugas Kepala UPT Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup KBB Rudi Kuntadi di Padalarang, Jumat, 10 Mei 2019. Menurut dia, peningkatan volume sampah pada awal bulan puasa itu seiring dengan peningkatan konsumsi masyarakat.

"Kebetulan pada Senin (6 Mei 2019) kemarin, itu kan hari pertama puasa, dari dipo saja dulu, di Gedonglima. Yang biasanya pengangkutan sampah itu empat ritase, ada lonjakan jadi lima ritase. Berarti pada hari itu ada peningkatan 12 meter kubik sampah," katanya.

Pada hari berikutnya, lanjut dia, pengangkutan sampah pun bertambah satu ritase, yang biasanya tiga ritase menjadi empat ritase. Penambahan satu kontainer sampah itu, kata dia, setara dengan 12 meter kubik sampah. 

"Dari dua hari itu saja, di dipo saja sampah yang diangkut itu ada penambahan 24 meter kubik. Biasanya normal, yaitu empat ritase atau 48 meter kubik sampah. Sama halnya dengan di Pasar Tagog Padalarang. Jadwal Senin itu dua ritase, karena volume sampahnya tambah, jadi pengangkutannya juga tambah satu ritase, jadi tiga ritase," tuturnya.

Selain di tempat penampungan sampah (TPS) maupun di dipo truk sampah, Rudi menjelaskan, peningkatam volume sampah juga terjadi di pemukiman penduduk. Pasalnya, peningkatan daya beli masyarakat di pasar pun menghasilkan sampah yang lebih banyak di rumah masing-masing.

Peningkatan volume sampah tersebut, imbuh dia, juga berimbas pada penambahan jam kerja para petugas pengangkut sampah. Seringkali sopir truk sampah yang kemalaman malah harus menginap di sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Sarimukti.***

Bagikan: