Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian cerah, 31.3 ° C

Bandung-Melbourne Jajaki Peluang Kerja Sama Pengembangan Kota Pintar

Tri Joko Her Riadi
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana bersama Wali Kota Melbourne Lord Mayor Sally Capp (kiri) saat berdiskusi  Kamis, 9 Mei 2019 siang, di Balai Kota Bandung.*/DOK HUMAS PEMKOT BANDUNG
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana bersama Wali Kota Melbourne Lord Mayor Sally Capp (kiri) saat berdiskusi Kamis, 9 Mei 2019 siang, di Balai Kota Bandung.*/DOK HUMAS PEMKOT BANDUNG

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Kota Bandung menjajaki peluang bekerja sama lebih kuat lagi dengan Pemerintah Kota Melbourne, Australia. Selain pengembangan kota pintar dan penguatan ekosistem industri kreatif, kedua kota dapat saling bertukar pengalaman tentang strategi pendanaan pembangunan kota.

Bandung dan Melbourne memiliki banyak kemiripan. Keduanya merupakan kota padat dengan penduduk yang multikultural.

Sama-sama tidak dianugerahi kekayaan sumber daya alam dan energi, kedua kota banyak mengandalkan sektor pariwisata, kuliner, dan industri kreatif. 
Kedua kota juga sedang menjalankan beberapa program untuk mengatasi masalah kronis urban, yakni kemacetan.

Keinginan memperkokoh kerja sama dilontarkan oleh kedua pemimpin kota, Wali Kota Melbourne Lord Mayor Sally Capp dan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, Kamis, 9 Mei 2019 siang, di Balai Kota Bandung. Selain berdiskusi selama lebih dari satu jam, mereka juga berkeliling meninjau Bandung Command Center (BCC) dan Bandung Planning Gallery.

Sally Capp menyatakan, ada banyak peluang sekaligus tantangan yang bisa dihadapi secara bersama-sama oleh kedua kota. Secara khusus, dia menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi untuk bukan saja mengatasi permasalahan kota yang saat ini ada, tapi juga merencanakan pembangunan ke depan.

Sally kemudian bicara tentang peluang pengembangan ekosistem startup di Bandung dan Melbourne. Dua bulan lalu kedua kota menginisiasi Bandung Datathon 2019. Sebelumnya, pada Juni 2018, diselenggarkaan Melbourne Hackathon.

“Ini tantangan besar bersama, bagaimana kita mendukung pengembangan startup, bagaimana kita meningkatkan skala perusahaan-perusahaan tersebut. Lewat kompetisi-kompetisi, kita ingin ide-ide mereka sampai ke dunia internasional,” tutur Sally Capp.

Yana Mulyana menyatakan, Bandung sangat terbuka dengan peluang kerja sama dengan Melbourne. Semua kemiripan yang dimiliki bisa menjadi awal untuk saling belajar.

Ia terutama menyebut tantangan-tanganan dalam mengatasi masalah transportasi publik. Bandung, menurut Yana, bisa belajar dari Melbourne.

 “Kalau memungkinkan, kita bisa jadi sister city. Akan ada kesepakatan yang menunjukkan keseriusan keinginan bekerja sama ini,” katanya.

Sumber pendanaan

Melbourne saat ini sedang fokus pada pengembangan sistem transportasi publiknya. Yang menjadi andalan adalah sistem tram dan transportasi berbasis rel.

Sally Capp menyebut, pemerintah menanamkan investasi hingga 2,1 miliar Dollar untuk membangun jaringan kereta bawah tanah yang proyek fisiknya sedang berlangsung.

Sally menyebut dua peluang sumber pendanaan yang dimanfaatkan pemerintah Kota Melbourne, yakni dana belanja pemerintah dan pola kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Mereka memilih menghindari pencarian sumber dana pembangunan lewat utang.

“Pemerintah kami sudah sejak lama mempraktikkan KPBU. Saat ini kami sedang bersiap untuk naik ke jenjang kerja sama selanjutnya,” ucapnya.

Dijelaskan Sally, salah satu kunci membangun kota terletak pada penetapan prioritas. Menurut dia, bakal selalu ada 50-an hal yang ingin dikerjakan tapi pada akhirnya pemerintah harus melakukan pemrioritasan.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne Spica Aphanya Tutuhatunewa menyatakan, Bandung menjadi kota pertama di Indonesia yang dipilih Melbourne untuk penjajakan kerja sama. Cikal-bakalnya sebenarnya sudah dirintis oleh kerja sama di sektor pendidikan antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT).

“Yang paling menarik (dari dua kota ini) adalah anak mudanya. Anak muda jadi penggerak smart city, teknologi, inovasi, maupun ekonomi kreatif,” ucapnya.***

Bagikan: