Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 17.3 ° C

Sukajadi-Setiabudi-Cipaganti Dikaji Satu Arah

Muhammad Fikry Mauludy
Jalan Cipaganti.*/DOK PR
Jalan Cipaganti.*/DOK PR

BANDUNG, (PR).- Rekayasa lalu lintas di seputaran wilayah Sukajadi, Setiabudi, dan Cipaganti mulai dikaji. Perubahan yang menerapkan jalan satu arah ini diupayakan untuk diujicoba pada pertengahan Mei.

“Masih pembahasan. Belum tahu juga kapan diterapkannya. Mungkin nanti dilaksanain pas bulan puasa. Selasa ini rapat karena kita pakai kajian,” ujar Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Agung Reza, di Bandung, Minggu, 5 Mei 2019.

Rancangan rekayasa lalu lintas ini muncul dalam pembahasan bersama Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) yang diisi Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung, organisasi dan perwakilan koperasi angkutan umum, dan lainnya.

Dari usulan itu, Jalan Sukajadi dijadikan satu arah mulai dari persimpangan Jalan Prof. Eyckman, atau ujung barat Rumah Sakit Hasan Sadikin. Rekayasa ini berujung di pertemuan antara Jalan Sukajadi dengan Jalan Setiabudi.

Masih di wilayah sekitarnya, Jalan Bungur yang dimulai dari simpang Jalan Sukajadi juga jadi satu arah hingga Jalan Sutami. Dari arah utara, arus kendaraan di Jalan Setiabudi dibuat satu arah mulai dari pertemuan Jalan Sukajadi hingga persimpangan Jalan Cipaganti.

Sisanya, arus lalu lintas Jalan Setiabudi menuju arah Jalan Cihampelas masih tetap berstatus satu arah. Meneruskan laju kendaraan dari Jalan Setiabudi, Jalan Cipaganti menjadi jalur lanjutan satu arah.

Arus kendaraan satu arah dari Jalan Cipaganti wilayah utara berakhir di persimpangan Jalan Pasteur, tepat di bawah jalan layang Pasupati.

Beberapa bulan lalu, rekayasa lalu lintas pernah dilakukan di Jalan Sukajadi. Pulau persimpangan yang ada di Jalan Bungur dan Jalan Cemara sempat dijadikan bundaran untuk mengurai kemacetan dengan memasang water barrier melintang.

Setiap kendaraan yang akan melintasi wilayah itu harus melakukan putaran untuk mengurangi efek persimpangan dari empat arah jalan. Meski begitu, pola ini diganti dengan mengembalikan Jalan Sukajadi tanpa penghalang.

Sebab, disinyalir banyak kendaraan besar termasuk bus dan truk yang kesulitan melakukan manuver putaran yang akhirnya menghambat lalu lintas. Pembatas jalur yang dipasang mulai dari Taman Sukajadi hingga Jalan Sutami rupanya menjadi salah satu pemicu kemacetan lain.

Banyak kendaraan yang memutar balik di simpang Jalan Sukajadi-Jalan Karangsari dan Jalan Sirnagalih. Akibatnya, lebar jalan yang tidak memungkinkan mobil saling susul itu membuat ekor kemacetan.

Agung mengatakan, kajian awal kepolisian didasarkan pada kepadatan yang terjadi di area yang ditargetkan penerapan rekayasa lalu lintas.

“Intinya kita mau mengurangi kepadatan di jalur-jalur itu. Yang pasti jalur situ padat terus, sudah tidak bisa dibuat panjang, tetap saja ngekor,” tuturnya.***

Bagikan: