Pikiran Rakyat
USD Jual 14.540,00 Beli 14.240,00 | Umumnya berawan, 25.5 ° C

Generasi Alpha Lebih Sejahtera dan Inovatif

Catur Ratna Wulandari
DWI Suhartanto.*/CATUR RATNA WULANDARI/PR
DWI Suhartanto.*/CATUR RATNA WULANDARI/PR

BANDUNG, (PR).- Industri jasa mulai menguasai perekonomian berbagai negara di dunia. Perubahan perilaku konsumen dan teknologi menjadi penggerak utamanya.

Dwi Suhartanto dari Politeknik Negeri Bandung mengatakan, penyerapan tenaga kerja oleh industri jasa saat ini cenderung meningkat. Sementara industri manufaktur mengalami penurunan.

"Sekarang eranya industri jasa, menguasai GDP negara-negara di dunia. Service ini sangat penting," kata Dwi saat menjadi pembicara kunci dalam International Research Conference of Social Science and Engineering (IRCIM) 2.0 di Pascasarjana Politeknik Negeri Bandung, Selasa 30 April 2019.

Kondisi ini menyebabkan konsumen masa depan dan teknologi menjadi hal penting. Teknologi banyak mempengaruhi perkembangan industri jasa. Demikian pula, perilaku konsumen yang juga berkembang atas pengaruh teknologi.

Dwi menjelaskan, saat ini terdapat tiga golongan konsumen yang dominan di Indonesia. Pertama, generasi Y (milenial) yang lahir tahun 1985-1999 atau saat ini berusia 20-35 tahun. Generasi ini mempunyai karakter setidaknya menggunakan dua jenis gawai, berkomunikasi dengan teks, dan optimistis.

"Mereka banyak menghabiskan waktu dengan internet. Anggaran untuk internet lebih besar daripada untuk ditabung," tuturnya.

Suka selfie

Kedua, generasi Z yaitu mereka yang lahir tahun 2000-2010 atau saat ini berusia 10-19 tahun. Karakteristiknya, mereka setidaknya menggunakan lima jenis gawai, berkomunikasi dengan gambar, dan realis.

"Generasi ini sulit dipengaruhi dengan iklan. Mereka akan mencari informasi sendiri, tv tidak lagi menarik. Mereka juga narsis, banyak selfie," tuturnya.

Generasi Z bukan tergolong konsumen loyal. Mereka bisa menggunakan produk dengan merek baru selama kualitasnya baik. Teknologi menjadi salah satu prioritas belanjanya.

Ketiga, generasi alpha yaitu mereka yang lahir setelah 2010 atau saat ini berusia tidak lebih dari 9 tahun. Generasi ini diprediksi lebih sejahtera dan berpendidikan ketimbang generasi sebelumnya. Mereka termasuk generasi yang inovatif.

Data menunjukkan, dari 265 juta penduduk Indonesia, sekitar 161 juta berasal dari tiga golongan ini. Ketiga generasi ini masih akan mendominasi hingga tahun 2030.

"Konsumen berubah. Mereka adalah digital native. Semuanya akan berbasis teknologi. Dan itu harus diantisipasi," katanya.

Ia menambahkan, konsumen semakin membutuhkan pelayanan yang semakin personal. Konsumen ingin diperlakukan istimewa. "Semuanya akan berbasis teknologi dan memerlukan bisnis model baru," ucapnya.

Pembantu Direktur Bidang KemahasiswaanPoliteknik Negeri Bandung Harita N Chamidy yang juga selaku Ketua Pelaksana IRCIM 2.0 mengatakan, kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Politeknik Negeri Bandung dengan Politeknik Negeri Jakarta, Centre for Promotion of Knowledge and Language Learning Universiti Malaysia Sabah, dan Politeknik Kota Kinabalu. Selain seminar ilmiah, pada kegiatan ini juga dilakukan penandatangan MoU sebagai langkah awal kerja sama internasional antar keempat perguruan tinggi dan dilanjutkan dengan seminar ilmiah. 

Hadir sebagai pembicara kunci lainnya ialah Direktur Politeknik Negeri Jakarta Abdillah dan Direktur Politeknik Kota Kinabalu Zainab Binti Othman.***

Bagikan: