Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 23.6 ° C

Potensi Longsor Masih Mengancam Cimahi, Masyarakat Diminta Waspada

Ririn Nur Febriani
KONDISI rumah milik Yono di Kampung Awi Gombong RT 4 RW 19 Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara yang terkena longsor. BPBD Kota Cimahi bersama Tagana dan dibantu TNI-Polres Cimahi melakukan evakuasi barang-barang berharga dari reruntuhan., Minggu, 28 April 2019.*/RIRIN NF/PR
KONDISI rumah milik Yono di Kampung Awi Gombong RT 4 RW 19 Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara yang terkena longsor. BPBD Kota Cimahi bersama Tagana dan dibantu TNI-Polres Cimahi melakukan evakuasi barang-barang berharga dari reruntuhan., Minggu, 28 April 2019.*/RIRIN NF/PR

CIMAHI, (PR).- Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna meminta masyarakat mewaspadai potensi bencana di permukiman yang berada pada kawasan rawan longsor di Kota Cimahi. "Seperti lokasi kejadian kemarin kurang layak untuk ditempati," ujarnya, Minggu, 28 April 2019.

Pernyataan tersebut diungkapkan Ajay menanggapi kejadian bencana longsor yang menimpa rumah Yono di Kampung Awi Gombong RT 4 RW 19 Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara, Jumat, 26 April 2019 malam. Sebanyak delapan penghuni sempat tertimbun material longsor, dua korban jiwa berusia anak yaitu Kekey (2) dan Irna (14) meninggal dunia dalam kejadian tersebut sedangkan 6 orang lainnya mengalami luka-luka.

Ajay mengatakan, pihaknya meminta Lurah-Camat untuk menginventarisir lagi titik rawan bencana. "Kita data lagi, bagaimana kalau bisa potensi bencana segera diantisipasi misalnya dengan adanya tembok penahan," imbuhnya.

Di sekitar rumah korban terdapat 3 unit rumah lainnya. Kawasan tersebut masih rawan longsor, penghuninya untuk sementara direlokasi. "Kalau ada permintaan relokasi, kita bicarakan lagi. Karena memang agak sulit untuk mencari lahan, sedangkan warga suka enggan pindah," jelasnya.

Menurut Ajay, masyarakat harus waspada akan kondisi lingkungan masing-masing. "BPBD Kota Cimahi juga sosialisasi terus, kami yakin kesadaran terus meningkat memang tidak boleh lengah," katanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi Nanang mengatakan, longsor masih mengancam kawasan tersebut. "Longsor disebabkan tanah tidak stabil yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi. Warga diminta waspada untuk mengantisipasi longsor susulan, kami sudah koordinasikan hal ini ke RT-RW setempat," ujarnya.

Untuk penghuni rumah lain, lanjut Nanang, direlokasi sementara ke kediaman kerabat maupun ke mushola. Pada Minggu, BPBD Kota Cimahi bersama Tagana dan dibantu TNI-Polres Cimahi melakukan evakuasi barang-barang berharga dari reruntuhan. Sebelumnya, pihak kepolisian memasang garis polisi di lokasi kejadian. Pihaknya juga sudah menyampaikan bantuan dasar kepada korban. Termasuk bantuan untuk warga terdampak.

"Setelah diperbolehkan garis polisi dibuka, kita bersihkan reruntuhan di lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan pemilik rumah, ada beberapa barang berharga seperti ijasah dan lain-lain kita selamatkan agar tidak rusak. Kita bersihkan area kejadian dari reruntuhan agar tidak membahayakan warga lainnya. Kami juga mengingatkan warga untuk tidak mendekati area longsor karena masih rawan," jelasnya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Cimahi Rezza Rivalsyah Harahap menambahkan, pihaknya sudah memiliki kajian Peta Rawan Bencana termasuk bencana longsor/pergeseran tanah. Upaya mitigasi bencana terus dilakukan. "Lokasi kejadian tersebut sudah kami lakukan assesment mitigasi dan kami laporkan bahwa lokasi tersebut rawan termasuk disosialisasikan ke RT-RW setempat," ungkapnya.***

Bagikan: