Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 26.1 ° C

54 Kampung KB di Bandung Barat Dilengkapi Pojok Baca

Cecep Wijaya Sari
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

NGAMPRAH, (PR).- Sebanyak 54 Kampung Keluarga Berencana di Kabupaten Bandung Barat tahun ini akan dilengkapi dengan sudut baca. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah setempat menyalurkan bantuan sejumlah rak dan buku senilai total Rp 1,3 miliar untuk sudut baca di Kampung KB tersebut.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Euis Suryati menuturkan, bantuan tersebut kini telah selesai dilelangkan. "Pekan depan, bantuan akan didistribusikan ke sejumlah kampung KB oleh pemenang lelang," ujarnya, Kamis, 25 April 2019.

Menurut Euis, sejumlah bantuan tersebut masing-masing berupa 500 buku beserta raknya. Buku-buku yang disalurkan berisi bacaan-bacaan yang sebagian besar menunjang program KB. Namun, ada juga buku-buku lainnya, seperti keterampilan, agama, dan fiksi.

Bantuan sejumlah buku ini merupakan yang pertama kalinya disalurkan melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah berdasarkan hasil musrenbang. "Di setiap kampung KB memang harus ada pojok baca, sehingga kami melengkapinya dengan bantuan sarana dan prasarana," tuturnya.

Euis mengungkapkan, bantuan sejumlah buku tersebut diharapkan tak hanya meningkatkan minat baca masyarakat. Namun, juga bisa mendorong mereka untuk menguasai keterampilan yang pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan mereka.

"Saat ini, perpustakaan jangan hanya dijadikan tempat membaca. Namun, juga harus dijadikan tempat berkegiatan yang bisa mengasah keterampilan. Dan saat ini pun, sudah banyak produk-produk yang dihasilkan warga, berbekal ilmu dari membaca," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya terus mendorong peningkatan minat baca masyarakat dengan mendukung sarana dan prasarananya. Di antaranya, dengan mendirikan perpustakaan desa. Dari 165 desa, saat ini sudah ada 80 desa yang replikasi perpustakaan desa.

"Artinya, mereka sudah menjadikan perpustakaan desa sebagai tempat beraktivitas untuk pengembangan diri, bukan hanya membaca lalu selesai," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana KBB Asep Wahyu mengungkapkan, saat ini hampir semua desa sudah memiliki kampung KB. Program Kampung KB melibatkan berbagai instansi terkait. Sasarannya, tak hanya untuk menekan laju pertumbuhan penduduk, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

"Misalnya untuk memperbaiki sanitasi dan MCK, ditangani Dinas Kesehatan. Untuk memperbaiki jalan, ada juga dinas terkait. Intinya, semua dinas terlibat dalam program ini," ujarnya.***

Bagikan: