Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 28.5 ° C

Kembali Terjadi, Petugas KPPS di Cimahi Masuk Rumah Sakit karena Kelelahan

Ririn Nur Febriani
RIRIN NUR FEBRIANI/PR
RIRIN NUR FEBRIANI/PR

CIMAHI, (PR).- Masa pemungutan suara Pemilu Serentak 2019 sudah berlalu sepekan, tapi korban pesta demokrasi terus berjatuhan. Ganjar Kosasih (55) terpaksa dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat karena kondisinya terus menurun setelah bertugas sebagai Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Cimahi. 

Warga Jalan Margaluyu RT 02/02 Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi itu menjalani penanganan medis di ruang Intensif Care Unit (ICU) RSUD Cibabat sejak Rabu 24 April 2019. Berbagai peralatan medis menempel ditubuhnya termasuk selang oksigen. "Ini karena kelelahan, terlalu capek," ujarnya.

Ia menuturkan, pada Selasa 23 April 2019, dirinya masih bertugas melakukan penghitungan suara di GOR Sangkuriang untuk 38 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari Kelurahan Cimahi. Ganjar pulang ke rumahnya sekitar pukul 23.00 WIB. "Besok paginya langsung pusing, sesak nafas, enggak bisa jalan. Dibawa ke RSUD Cibabat, langsung harus ke ICU," terangnya.

Menurutnya, tugas Pemilu kali ini sangat berat karena dilakukan seraca serentak, yaitu Pilpres dan Pileg. Total ada lima jenis pemilihan, yang meliputi Pilpres, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

"Saya dari tahun 2009 bertugas, awalnya pengawas. Tahun 2014 baru di PPS, tahun ini juga sama. Lebih berat sekarang, sangat melelahkan. Pulang hampir tiap hari tengah malam, besok pagi sudah berangkat lagi. Berat memang, sampai kondisi saya drop begini," jelasnya.

Selain Ganjar, ada dua penyelenggara Pemilu lainnya yang sempat dirawat di RSUD Cibabat. Keduanya adalah  Ramdan Suryanata (28) dari KPPS di Kelurahan Cipageran dan Mia Rosmiati (35) dari KPPS di Kelurahan Citeureup. Keduanya kini sudah diperbolehkan pulang.

Gejala

Direktur Utama RSUD Cibabat, Trias Nugrahadi menjelaskan, semua penyelengara Pemilu yang masuk di RSUD Cibabat gejalanya hampir sama. Mereka rata-rata memiliki riwayat penyakit asma sehingga ketika mengalami kelelahan saat bertugas menjadi kambuh. "Gejalanya yang jelas asma. Jadi mereka kelelahan lalu timbul penyakit. Ada bawaan asma," ujarnya.

Khusus Ganjar, langsung dimasukkan ke Ruang ICU karena pasien mengalami hipertensi dan diindikasikan mengalami serangan jantung. "Ada gangguan jantung karena hipertensi. Dia kelelahan. Sekarang sudah membaik dan mungkin kalau hari ini stabil, sudah baik, akan ke ruang rawat inap," jelasnya.

Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menyempatkan diri mengunjungi Ganjar di RSUD Cibabat. Dia menilai penyebab para penyelenggara Pemilu harus mendapat penanganan medis karena kelelahan saat bertugas. Ditambah mereka mengalami gangguan pernapasan. "Semuanya karena kelelahan dan kurang tidur. Ada 3 orang yang telah diperiksa, 2 sudah kembali pulang," katanya.

Pemerintah akan memberikan pelayanan optimal bagi para penyelenggara Pemilu. "Mereka-mereka ini adalah pahlawan Pemilu yang sudah bekerja keras menyelenggarakan pesta demokrasi ini. Mudah-mudahan jangan menambah lagi dan sehat semua. Kami akan bantu. Mengenai pasien-pasien yang terlibat Pemilu dan tidak memiliki BPJS, dari pemerintah maupun rumah sakit akan membantu bagaimana jalan yang terbaik sehingga sehat kembali," tuturnya.***

Bagikan: