Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Sebagian berawan, 20.2 ° C

Indonesia Laboratorium Bencana Alam Terbaik di Dunia

Okky Ardiansyah
UNSUR Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), R. Hadianto Wardjaman.* OKKY ARDIANSYAH/PR
UNSUR Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), R. Hadianto Wardjaman.* OKKY ARDIANSYAH/PR

BANDUNG, (PR).- Bencana alam di Indonesia tergolong komplet. Mulai dari banjir, longsor, gempa bumi, dan tsunami berpotensi terjadi nyaris di semua wilayah Indonesia. Akan tetapi, Unsur Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), R. Hadianto Wardjaman, menentang anggapan bahwa Indonesia adalah supermarket bencana alam. Ia justru menilai, Indonesia disebut sebagai salah satu laboratorium bencana alam terbaik di dunia.

“Dari seluruh ancaman bencana, kita paling komplet. Jadi, kita merupakan negara yang paling tahu tentang bencana. Survive-nya. Penanganannya. Koordinasi antar departemen. Indonesia lebih baik (dari negara lain),” ucapnya di kawasan Setiabudhi Bandung, Kamis 25 April 2019.

Hadianto Wardjaman mengatakan, dengan banyaknya potensi bencana alam, Indonesia bisa lebih maju ketimbang negara lain dalam menyusun mitigasi maupun penanganan. Ia mencontohkan salah satu penanganan saat terjadi longsor.

Menurut Hadianto Wardjaman, ketika kaki tertanam tanah longsor, kita cukup membaringkan badan. Jika kita berupaya melepaskan kaki dari tanah longsor dengan melompat atau mengangkat kaki ke atas, kaki kita akan semakin terbenam di dalam tanah.

“Jangan nyebut Indonesia sebagai supermarket bencana, tetapi laboratorium bencana. Kita olah. Ambil contoh saat terjebak longsor, kita enggak boleh berdiri. Harusnya terbaring. Agar bisa terangkat. Itu teknik yang ditemukan di lapangan,” katanya.

Pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat Kebencanaan bernama Jakarta Rescue itu tak menampik bahwa pemahaman masyarakat Indonesia soal mitigasi bencana alam tergolong rendah. Meski demikian, ia optimistis BNPB dapat melambungkan pemahaman masyarakat terkait mitigasi bencana alam dalam waktu cepat.

“BNPB sudah terintegritas dengan pemangku kebijakan di seluruh dunia. LSM-nya. Seperti yang tadi dikatakan dari semua komponen ancaman di Indonesia dirangkum menjadi keilmiahan. Dirangkum menjadi proses hasil pengetahuan,” katanya.

“BNPB mengeluarkan strategi dengan membentuk srikandi. Siapa srikandi? Ibu Rumah Tangga. Dia tahu anaknya di mana dan suaminya di mana. Dia akan menjadi pelopor penanganan bencana di keluarganya,” katanya.

Menurut Hadianto Wardjaman, pemahaman soal mitigasi bencana wajib ditingkatkan secepat mungkin untuk menggerus jumlah korban manakala bencana menerjang. Selain itu, masyarakat diharapkan mampu menangani dan tangguh pasca bencana alam terjadi.

“Sosialiasi yang sangat luar biasa nantinya terintegritas dengan kemampuan masyarakat menangani bencana-bencana. Masyarakat yang telah memiliki ketangguhan terhadap bencana berarti masyarakat itu siap untuk selamat saat bencana alam,” tutupnya. 

Bagikan: