Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 18.4 ° C

HUT ke-69, Dispsiad Gelar Bakti Sosial

Joko Pambudi
KEPALA Dinas Psikologi Angkatan Darat Brigjen TNI Dr. Eri R Hidayat, MBA, MHRMC, berinteraksi dengan anak-anak saat bakti sosial di Dispsiad, Jalan Sangkuriang Kota Bandung, Kamis, 25 April 2019.*/JOKO PAMBUDI/PR
KEPALA Dinas Psikologi Angkatan Darat Brigjen TNI Dr. Eri R Hidayat, MBA, MHRMC, berinteraksi dengan anak-anak saat bakti sosial di Dispsiad, Jalan Sangkuriang Kota Bandung, Kamis, 25 April 2019.*/JOKO PAMBUDI/PR

BANDUNG, (PR).- Memperingati hari jadi ke-69, Dinas Psikologi Angkatan Darat melaksanakan bakti sosial. Selain pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi warga sekitar, bekal pemahaman kesehatan juga diberikan sejak dini kepada siswa usia SD.

"Dari sisi kesehatan, diharapkan mereka mendapat manfaat kesehatan. Mereka juga bisa melihat bahwa TNI itu dari rakyat untuk rakyat. Kita ajak masyarakat untuk ikut, sehingga bisa ada kemanunggalan," ujar Kepala Dinas Psikologi Angkatan Darat Brigjen TNI Dr. Eri R Hidayat, MBA, MHRMC, saat bakti sosial di Dispsiad, Jalan Sangkuriang Kota Bandung, Kamis, 25 April 2019.

Dalam kesempatan itu, layanan pemeriksaan dan pengobatan massal diberikan kepada sedikitnya 400 warga yang berdomisili di sekitar lingkungan Dispsiad. Pemeriksaan dilakukan berkaitan dengan kesehatan umum, gigi, mulut, mata, paru, serta donor darah. 

Selain itu, penyuluhan kesehatan juga diberikan kepada sekitar 250 anak-anak, siswa SD dan pesantren. Materi bagi anak-anak ini di antaranya berkaitan dengan kesehatan gigi, dimulai dari hal sederhana seperti menyikat gigi. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Universitas Kristen Maranatha dan Palang Merah Indonesia. 

Eri menuturkan, anak-anak menjadi bagian penting untuk mendapatkan bekal pemahaman kesehatan. Saat sudah dipersiapkan sejak dini, potensi masalah di kemudian hari bisa dicegah.

"Misalnya diajarkan cara menggosok gigi yang baik, diberi peralatannya. Diharapkan dia kalau sudah kebiasaan baik tidak ada gigi yang bolong dan sebagainya. Kalau sudah tua mungkin terlambat," ujarnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, kesehatan merupakan bagian penting untuk menyokong ketahanan bangsa dan negara. Maka upaya kontribusi ditempuh oleh Dispsiad, sekaligus menjalankan fungsi teritorial.

"Kegiatan pengobatan massal gratis ini saya harapkan tidak hanya dinilai dari apa yang kami laksanakan. Kegiatan ini timbul dari niat kami yang ikhlas serta tulus untuk berbagi kepada sesama. Kegiatan ini mungkin tidak meringankan semua beban dan memenuhi segala kebutuhan, bahkan mungkin masih jauh dari yang diharapkan. Namun kami berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kita semua," katanya.

Nilai manfaat lain adalah kebersamaan TNI yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat, begitu pula sebaliknya. "Saya harapkan dapat mempererat persaudaraan di antara kita dan semakin menyadarkan bahwa TNI merupakan bagian dari masyarakat yang tak terpisahkan untuk saling mengisi, demi kemajuan bersama," ujarnya.

Generasi Baru

Berkaitan dengan perkembangan zaman, dia mengatakan, saat ini terjadi perubahan yang perlu diantisipasi semua pihak, tidak terkecuali organisasi di lingkungan TNI. Generasi saat ini cenderung menjalani keseharian dengan gawai. Hal itu berimbas terhadap banyak aspek dan nilai-nilai kehidupannya.

"Bagaimana kita bisa merekrut mereka masuk ke organisasi TNI yang pada dasarnya adalah organisasi yang mempertahankan nilai-nilai. Itu tantangan ke depan semua organisasi militer di dunia, bukan hanya di Indonesia. Bagaimana merekrut dan mempertahankan generasi baru yang sistem nilainya berbeda dengan kita," ujarnya.***

Bagikan: