Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 31.8 ° C

17 Situs Bersejarah di Bandung Barat Didaftarkan Jadi Cagar Budaya Nasional

Cecep Wijaya Sari
SITUS Gua Pawon di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Sebanyak 17 situs bersejarah di Kabupaten Bandung Barat didaftarkan jadi cagar budaya nasional.*/CECEP WIJAYA SARI/PR
SITUS Gua Pawon di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Sebanyak 17 situs bersejarah di Kabupaten Bandung Barat didaftarkan jadi cagar budaya nasional.*/CECEP WIJAYA SARI/PR

NGAMPRAH, (PR).- Sebanyak 17 situs bersejarah di Kabupaten Bandung Barat didaftarkan menjadi cagar budaya nasional. Sejumlah situs ini terdiri dari bangunan atau benda yang berusia lebih dari 50 tahun dan hingga kini masih terjaga keasliannya.

Ketujuh belas situs tersebut terdiri atas 8 bangunan di Kecamatan Cipatat, yaitu Gua Pawon, Bunker Blok Tonjong, Pabrik Karet Nyalindung, Gedong Kidul, Stasiun Sasak Saat, Rumah Dinas PT KA Stasiun Sasak Saat, Bunker Kebon Kopi, dan Bunker Bukit 500. Lalu 5 situs di Kecamatan Padalarang, yakni Stasiun Padalarang, Pabrik Kertas Padalarang, Pabrik Air Minum Kemasan Padalarang, Rumah Tinggal Pabrik Kertas, dan Rumah Tinggal Karyawan Pabrik Kertas.

Di Kecamatan Cikalongwetan, ada 4 situs, yakni Stasiun Rende, Stasiun Cikadondong, Terowongan KA Sasaksaat, dan Bunker Tangkil. "Sejumlah situs ini sudah mendapatkan nomor registrasi dari Badan Arkeologi untuk selanjutnya dilakukan kajian oleh tim ahli cagar budaya," kata Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat, Aa Wahya, Kamis 25 April 2019.

Dia mengungkapkan, saat ini tercatat 159 situs budaya di Bandung Barat yang tersebar di sejumlah kecamatan. Hal itu berdasarkan inventarisasi Disparbud dengan meninjau langsung ke lapangan ataupun dari laporan masyarakat setempat. Namun, baru 17 di antaranya yang sudah mendaftarkan nomor registrasi cagar budaya nasional.

Proses panjang

Menurut Aa, proses untuk menjadikan sebuah situs menjadi cagar budaya nasional sangat panjang. Mulai dari mendapatkan nomor registrasi, kajian dari tim ahli, penetapan oleh SK bupati, hingga mendapatkan pengesahan dari kementerian.

"Prosesnya panjang, bahkan ada sidang juga. Namun, itu harus kami lalui agar situs-situs budaya di Bandung Barat ini mendapatkan pengakuan sebagai cagar budaya," tuturnya.

Saat ini, Bandung Barat baru memiliki satu cagar budaya nasional, yakni Observatorium Bosscha di Lembang. Sementara itu, Gua Pawon di Cipatat baru mendapatkan pengakuan sebagai cagar budaya di tingkat provinsi.

Selain berusia lebih dari 50 tahun, kriteria cagar budaya di antaranya memiliki pola fungsi ruang yang representatif pada masa tersebut, dan memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan. "Selain itu, keaslian bangunan harus terjaga. Jika struktur dasarnya sudah berubah, meski usianya ratusan tahun, itu tidak masuk kriteria," ucap Aa.

Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan pada Disparbud Kabupaten Bandung Barat, Pepen Sopandi menambahkan bahwa pihaknya masih terus menginventarisasi situs budaya di sejumlah daerah. Sebagian besar situs bersejarah itu merupakan makam keramat. "Kebanyakan, lokasinya memang berada di daerah pegunungan. Jadi, aksesnya cukup sulit," ujarnya.

Meski demikian, situs-situs tersebut masih sering dikunjungi warga baik dari dalam maupun luar daerah. Biasanya, mereka mengunjungi makam-makam keramat pada waktu-waktu tertentu, seperti saat Maulid Nabi.

Pihaknya tahun lalu juga sudah melakukan perbaikan di beberapa situs yang rawan rusak. "Ada juga situs yang tadinya terbuka, lalu dipagari agar terpelihara. Selain itu, juga dilakukan renovasi, dan perbaikan jalan setapak menuju ke situs," katanya. ***

Bagikan: