Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Umumnya berawan, 24.6 ° C

PPTK Gambung Lakukan Riset, Hasilkan Sejumlah Teh Klon Unggulan

Kodar Solihat
DIREKTUR yang baru PPTK Gambung, Dadan Rohdiana (memegang map), usai serah terima jabatan dari pejabat lama Luqman Erningpraja (kiri), di PPTK Gambung, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Rabu 24 April 2019.*/DOK PPTK GAMBUNG
DIREKTUR yang baru PPTK Gambung, Dadan Rohdiana (memegang map), usai serah terima jabatan dari pejabat lama Luqman Erningpraja (kiri), di PPTK Gambung, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Rabu 24 April 2019.*/DOK PPTK GAMBUNG

SOREANG, (PR).- Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung yang merupakan pusat riset nasional  teh dan kina, mengalami pergantian pimpinan. Kini jabatan Direktur PPTK Gambung kini dijabat Dadan Rohdiana, menggantikan Luqman Erningpraja. 

Acara pisah sambut Kepala PPTK Gambung tersebut, dilakukan di PPTK Gambung, Kecamatan Pasirjambu,  Rabu 24 April 2019. Dadan Rohdiana selaku Direktur PPTK Gambung yang baru merupakan salah seorang peneliti di PPTK Gambung berdasarkan SK tertanggal 6 Maret 2019, sedangkan Luqman Erningpraja berfokus kepada jabatannya sebagai Direktur Komersial dan Bisnis PT Riset Perkebunan Nusantara selaku induk. 

Menurut Dadan Rohdiana, sesuai perannya sebagai lembaga pusat penelitian, PPTK Gambung konsisten dengan berbagai riset untuk menghasilkan inovasi teh dan kina yang sesuai perkembangan kebutuhan zaman dan pasar. Di antaranya, menggarap tiga jenis riset, yaitu 1. sejumlah riset yang mau tak mau Gambung yang melaksanakannya, contoh  perakitan klon unggul, 2. riset yang berkaitan dengan program pemerintah, contoh program yg berkaitan dengan pangan dan pertanian, 3. riset terkini/update/permintaan, contoh penelitian terkait antrakuinon.

Disebutkan pula, PPTK Gambung juga melakukan penelitian terkait: indentifikasi klon berbasis android, penentuan panen petik, dan early warning system berbasis citra satelit. Gambung sebagai lembaga riset khusus teh dan kina, mau tak mau harus menghasilkan klon unggulan, dan itu tak bisa dilakukan oleh lembaga lain.

Menurut Dadan Rohdiana, sejumlah klon unggulan dari PPTK Gambung pun sudah dilansir, baik dari teh jenis assamica maupun jenis sinensis. Untuk yang teh jenis assamica adalah klon Gambung (Gmb) 1 sampai 11, sedangkan untuk teh jenis sinensis adalah GmbS 1 sampai 5.
Bahkan, katanya, PPTK Gambung juga bersiap meluncurkan calon klon unggulan lainnya, hanya saja  masih terkendala uji multi lokasi. PPTK Gambung juga menggarapan riset pangan dan pertanian, dengan menginduk ke Kementistekdikit melalui program Insinas dan PPTI, Program Pengembangan Teknologi Industri. 

PPTK Gambung diketahui didirikan 10 Januari 1973, dengan berlokasi di Perkebunan Teh Gambung, Kecamatan Pasirjambu.  Dengan ditetapkannya sebagai Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Teh dan Kina sejak tahun 2015, menjadikan PPTK sebagai lembaga acuan (center of excellent) bagi perkembangan industri teh dan kina. ***

Bagikan: