Pikiran Rakyat
USD Jual 14.540,00 Beli 14.240,00 | Sedikit awan, 22.2 ° C

Menjelang Ramadan, Harga Kepokmas Relatif Stabil

Cecep Wijaya Sari
FOTO ilustrasi kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di pasar tradisional.*/DOK. PR
FOTO ilustrasi kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di pasar tradisional.*/DOK. PR

NGAMPRAH, (PR).- Dua pekan menjelang Ramadan, harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di tiga pasar tradisional di Kabupaten Bandung Barat masih stabil. Hal itu terungkap berdasarkan pengecekan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat sejak pekan lalu hingga awal pekan ini.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan KBB Maman Sulaeman mengungkapkan, pihaknya melakukan pengecekan harga kepokmas di Pasar Batujajar, Pasar Panorama Lembang, dan Pasar Tagog, Padalarang. "Berdasarkan pengecekan kami, harga kepokmas masih normal. Kalaupun ada kenaikan, tidak signifikan," ujarnya, Selasa 23 April 2019.

Dia menyebutkan, sejumlah harga yang masih stabil seperti di Pasar Batujajar, mulai dari beras premium di harga Rp 12.000/kg, gula pasir Rp 11.000/kg, daging sapi Rp 110.000/kg, telur ayam Rp 24.000/kg, cabai merah keriting Rp 21.000/kg,  dan bawang merah Rp 40.000/kg. Lalu, daging ayam Rp 34.000/kg, minyak goreng curah Rp 10.000/liter, kentang Rp 10.000/kg dan gas elpiji 3 kg Rp 22.000/tabung.

Di Pasar Panorama Lembang, harga beras Rp 9.500-Rp 13.000/kg, gula pasir Rp 12.000/kg, minyak goreng Rp 11.500-Rp 12.000/liter. Lalu, telur Rp 24.000/kg, daging sapi Rp 110.000/kg, dan daging ayam Rp 33.000/kg.

Selain memantau harga kepokmas, Maman mengatakan, pihaknya juga memantau ketersediaan barang selama Ramadan hingga Lebaran nanti. Pemerintah menjamin ketersedian barang bakal aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

"Kami juga bakal terus memantau soal harga agar tidak ada pihak-pihak yang bermain dalam menaikan harga seenaknya dan memberatkan masyarakat,” ujar Maman.

Selain itu, lanjut Maman, pihaknya juga bakal memantau soal ketersedian gas elpiji 3 kg selama Ramadan hingga Lebaran. Menurut dia, untuk tahun ini ketersediaan gas masih relatif aman meski mengalami kenaikan permintaan dari masyarakat. 

“Tahun 2019 ini, kuota gas elpiji 3 kg di KBB mencapai 13.803.333 tabung atau mengalami kenaikan hingga 6 persen dari tahun 2018 lalu, yakni 13.022.000 tabung. Alhamdulillah tahun lalu saja mencukupi, apalagi tahun ini dengan stok gas yang lebih banyak,” katanya.

Dia menambahkan, mendekati bulan suci Ramadan, pihaknya bakal terus melakukan pengecekan harga dan ketersediaan barang tidak hanya di pasar tradisional, tetapi juga ke sejumlah warung untuk memastikan harga tetap aman dan stabil. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. 

"Mudah-mudahan memasuki Ramadan nanti, harga kepokmas masih tetap stabil dan masyarakat tidak begitu terbebani untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari ini," ujarnya.***

Bagikan: