Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Badai petir, 28 ° C

Masih Ada 119 SMP yang Gelar UNKP

Sarnapi
SEJUMLAH siswa menunggu sistem jaringan membaik saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2019.*/ANTARA
SEJUMLAH siswa menunggu sistem jaringan membaik saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2019.*/ANTARA

SOREANG,(PR).- Dari 322 SMP negeri dan swasta di Kabupaten Bandung masih ada 119 sekolah yang menyelenggarakan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP). Sedangkan 203 SMP sudah Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Bahkan, dari 75 SMPN terdapat 20 SMPN yang masih UNKP.

"Masih banyaknya SMPN maupun SMP swasta yang belum UNBK karena keterbatasan fasilitas komputer yang dimiliki sekolah," kata Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Maman Sudrajat, saat kunjungan kerja Bupati Bandung Dadang M. Naser ke lokasi UNBK SMPN 1 Soreang, Selasa, 23 April 2019.

SMPN 1 Soreang sendiri mengadakan UNBK dengan menggunakan fasilitas komputer milik SMAN 1 Soreang. "Memang tak mudah dan tak murah untuk pengadaan komputer UNBK ini karena pihak sekolah rata-rata hanya mengandalkan dana dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS)," ujarnya.

Lebih jauh Maman mengatakan, sekolah yang masih mengadakan UNKP sebanyak 119 SMP terdiri atas 20 SMPN, 82 SMP swasta, delapan SMP satu atap dan SMP terbuka gabung dan sembilan SMP swasta gabung. "Sementara 203 SMP yang ikut UNBK terdiri atas 33 SMPN, 109 SMP swasta, 19 SMPN gabung, 38 SMP swasta gabung, dan empat SMP terbuka," katanya.

Untuk UNKP diikuti 11.789 siswa dengan memakai 643 ruangan, sedangkan 32.418  siswa ikut UNBK memakai 692 ruangan. "Jumlah komputer yang dipakai sebanyak 12.758 unit dan 692 unit server," katanya.

Maman menambahkan, titik bongkar soal ujian bagi SMP yang ikut UNKP dipusatkan di SMPN 1 Margahayu yang kemudian didistribusikan kepada enam titik simpan. "Ada enam SMP yang dijadikan titik simpan soal UNKP yakni SMP Pemuda Banjaran, SMPN 1 Ciwidey, SMP Lab UPI Cibiru, SMPN 1 Cicalengka, SMPN 1 Ibun, dan SMPN 1 Ciparay," katanya.

Sementara itu, Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP/MTs pada hari kedua, Selasa, 23 April 2019, berjalan dengan lancar. Jaringan komputer bisa berjalan dengan baik karena persiapan berlangsung lama dengan menggunakan dengan menggunakan komputer "gado-gado" antara punya SMP dan siswa.

"Alhamdulillah SMP Plus Assalaam bisa menyelenggarakan UNBK dengan satu sesi dari pukul 7.30-9.30," kata Kepala SMP Assalaam, Abdul Rofe Taufik Umar.

Dia menambahkan, penggunaan komputer "gado-gado" antara milik sekolah dan anak dikarenakan jumlah siswa sebanyak 151 orang. "Jumlah komputer milik sekolah untuk server sebanyak enam buah dan komputer yang dipakai siswa 18 buah. Jadi, sebagian besar komputer milik siswa berupa laptop," ujarnya.

Pada hari kedua berupa ujian Matematika, kata Abdul Rofe, hanya berlangsung satu sesi agar anak-anak masih segar (fresh). "Kalau ujian tiga sesi kasihan juga para siswa dan pengawasnya karena beda kondisi antara ujian di pagi, siang, dan sore hari," katanya.

Diharapkan dengan ujian hanya satu sesi akan berdampak kepada nilai ujian yang baik. "Bahkan, pihak sekolah bisa melakukan pemantapan pelajaran untuk persiapan besoknya setelah UNBK selesai. Kalau UNBK sampai tiga sesi tak sempat mengadakan pemantapan," katanya.***

Bagikan: