Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 16.4 ° C

Pendamping Program Keluarga Harapan Gunakan e-PKH

Cecep Wijaya Sari
null
null

NGAMPRAH, (PR).- Para pendamping Program Keluarga Harapan di Kabupaten Bandung Barat mulai menggunakan aplikasi e-PKH untuk memutakhirkan data keluarga penerima manfaat. Aplikasi ini digunakan untuk menyinkronkan data di lapangan dengan di pusat.

"Aplikasi ini sudah digunakan sejak Maret 2019. E-PKH merupakan aplikasi terbaru yang menggantikan SIMPKH," kata Koordinator Pendamping PKH KBB Roni, Minggu 21 April 2019.

Berbeda dengan Sistem Informasi Managemen PKH (SIMPKH) yang berbasis VPN, aplikasi e-PKH menggunakan basis data open internet. Dengan demikian, para pendamping PKH dan administrator pangkalan data di kabupaten bisa melakukan pemutakhiran data di mana pun selama terkoneksi dengan internet.

Menurut Roni, aplikasi yang bisa dioperasikan di smartphone ataupun laptop ini bisa memutakhirkan berbagai komponen PKH, mulai kesehatan yang meliputi ibu hamil dan melahirkan, pendidikan meliputi warga yang masuk SD, SMP, dan SMA, hingga perpindahan KPM baik dalam maupun luar daerah.

Namun, dalam aplikasi ini, pendamping PKH hanya bisa memutakhirkan data. Sementara itu, persetujuan pemutakhiran data dilakukan berjenjang oleh koordinator kabupaten dan provinsi. "Setelah data disetujui, baru kemudian Kemensos akan memutakhirkan data tersebut," ucapnya.

Seperti diketahui, saat ini total penerima PKH di Bandung Barat yaitu 73.967, naik dari tahun lalu yang berjumlah 72.840 KPM (keluarga penerima manfaat). Bantuan dari Kementerian Sosial untuk PKH diberikan bagi 7 komponen, yaitu ibu hamil Rp 2,4 juta/tahun, balita Rp 2,4 juta/tahun, siswa SD Rp 900.000/tahun, SMP Rp 1,5 juta/tahun, SMA Rp 2 juta/tahun, disabilitas berat dan lansia masing-masing Rp 2,4 juta/tahun.

Bantuan tersebut diberikan secara bertahap setiap Januari, April, Juli, dan Oktober. Sementara itu, setiap KPM maksimal mendapatkan bantuan untuk 4 dari 7 komponen.

Hingga kini, sebanyak 185 KPM PKH telah digraduasi oleh Dinas Sosial setempat. Artinya, mereka tak lagi mendapatkan bantuan melalui program tersebut lantaran perekonomiannya dianggap sudah meningkat. ***

Bagikan: