Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Langit umumnya cerah, 16.7 ° C

Ridwan Kamil Lantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor

Siska Nirmala
GUBERNUR Jabar Ridwan Kamil bersalaman dengan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, setelah memberikan tanda pangkat pada pelantikan Walikota Bogor dan Wakil Walikota Bogor Dedi A Rachiem, di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu, 20 April 2019. Pasangan tersebut akan menjabat selama lima tahun dari 2019-2024.*/ADE BAYU INDRA/PR
GUBERNUR Jabar Ridwan Kamil bersalaman dengan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, setelah memberikan tanda pangkat pada pelantikan Walikota Bogor dan Wakil Walikota Bogor Dedi A Rachiem, di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu, 20 April 2019. Pasangan tersebut akan menjabat selama lima tahun dari 2019-2024.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil yang mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo melantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor periode 2019-2023 Bima Arya Sugiarto dan Dedie A Rachim di Gedung Sate Bandung, Sabtu, 20 April 2019.

Pada kesempatan tersebut, Ridwan Kamil juga melantik Bupati Ciamis dan Wakil Bupati Ciamis periode 2019-2023 Herdiat Sunarya dan Yana Diana Putra.

"Pelantikan ini gelombang terakhir, pertama sesuai arahan Kemendagri kita memohon maaf dulu karena diundur dari tanggal 7 April ke sekarang dengan pertimbangan dari pusat dan saya hanya meneruskan," ujarnya seusai melantik, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Ridwan Kamil berpesan kepada dua pasangan kepala daerah tingkat kabupaten/kota tersebut agar rajin berkomunikasi dengan pemerintah provinsi agar sinkronisasi pembangunan di Kota Bogor dan Kabupaten Ciamis bisa melesat dengan cepat.

Dia juga menyampaikan tiga nasihat kepada dua pasangan kepala daerah tersebut menjaga integritas kepemimpinan dengan keteladanan, kedua memiliki jiwa untuk melayani bukan dilayani dan ketiga profesional.

Lebih lanjut dia menyampaikan nasihat kepada dua kepala daerah terpilih itu, yakni jabatan yang diemban adalah hanya sementara dan merupakan sebuah ujian.

"Yang memiliki jabatan hanya sementara. Jadi kekuasan itu bukan rezeki tapi ujian dari Allah SWT. Tidak semua lulus sampai akhir masa jabatannya," kata Emil.***

Bagikan: