Pikiran Rakyat
USD Jual 14.540,00 Beli 14.240,00 | Sedikit awan, 22.2 ° C

Pesan Ridwan Kamil untuk Kepala Daerah Kota Bogor dan Kabupaten Ciamis

Novianti Nurulliah
GUBERNUR Jabar Ridwan Kamil bersalaman dengan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, setelah memberikan tanda pangkat pada pelantikan Bupati Ciamis dan Wabup Ciamis Yana Diana Putra, di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu, 20 April 2019. Pasangan tersebut akan menjabat selama lima tahun dari 2019-2024.*/ADE BAYU INDRA/PR
GUBERNUR Jabar Ridwan Kamil bersalaman dengan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, setelah memberikan tanda pangkat pada pelantikan Bupati Ciamis dan Wabup Ciamis Yana Diana Putra, di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu, 20 April 2019. Pasangan tersebut akan menjabat selama lima tahun dari 2019-2024.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG,(PR).- Setelah tertunda dua pekan karena pelaksanaan Pemlilu 2019, Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil akhirnya melantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Dedie A Rachim, serta Bupati dan Wakil Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dan Yana D Putra sebagai kepala daerah periode 2019-2024. Pelantikan berlangsung di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Sabtu, 20 April 2019.

Sebelumnya kedua kepala daerah hasil pilkada 2018 tersebut akan dilantik pada 7 April lalu, namun Kemendagri meminta untuk diundur setelah pelaksanaan pemilu. 

"Sesuai arahan kemendagri kita mohon maaf dulu karena dundur dari tanggal 7 April ke sekarang dengan pertimbangan datang dari pusat, saya hanya meneruskan," kata Ridwan. 

Pada kesempatan tersebut, Ridwan meminta kepala daerah agar rajin komunikasi dengan provinsi, gubernur agar sinkronisasi pembangunan di Ciamis dan Kota Bogor bisa melesat dengan cepat. 

"Tentunya nasehat saya tidak berubah, menjaga integritas pimpinan dengan keteladanan dan juga asn. Kedua melayani, turun tangan, yang ketiganya profesional," ucap dia.

Di sisi lain dengan tensi suasana setelah pilpres yang belum mereda, Ridwan meminta kedua kepala daerah tersebut menjaga kondusifitas wilayah masing-masing terutama kondusifitas di minggu-minggu ini.

"(kedua kepala daerah) agar menyikapi pemilihan presiden dan legislatif disikapi dengan cara yang bijaksana dan lebih baik. Yang pertama, jaga ketenangan, kurangi statment-statment atau postingan-postingan yang kurang produktif dan membuat suasana tidak kondusif," ucap dia.

Yang kedua, lanjut dia, tentunya dia berharap warga menyadari semua keputusan ke diserahkan KPU. Hasil akhirnya itu yang nanti bisa menjadi acuan.

"Dan damai dan tenangnya diharapkan hadir dan diberi contoh oleh Ciamis dan tentunya Bogor," kata dia.

GUBERNUR Jabar Ridwan Kamil bersalaman dengan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, setelah memberikan tanda pangkat pada pelantikan Walikota Bogor dan Wakil Walikota Bogor Dedi A Rachiem, di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu, 20 April 2019. Pasangan tersebut akan menjabat selama lima tahun dari 2019-2024.*/ADE BAYU INDRA/PR

Bogor

Sementara itu, terkait dengan program provinsi di Kota Bogor, Ridwan mengatakan dalam waktu dekat Bogor banyak program-program sustainable development. Salah satunya sebagai pusat pengolahan plastik yang nantinya ada di Kota Bogor yang studinya berasal dari hibah salah satu pengolahan plastik dari Inggris.

Sementara Ciamis juga sama ada program pengembangan pusat budaya yang menjadi hibah dari provinsi. 

"Insyaallah menyukseskan dan pada akhirnya berakumulasi pada keberhasilan," tutur dia.

Terpisah, Bima mengatakan, tugas pertama dia dan wakilnya akan jahit silaturahmi dan komunikasi lagi merekatkan hubungan dengan semua pihak di Bogor yang tensinya sempat naik selama Pilpres. "Langkah pertama bangun kebersamaan dengan Bogor," kata dia.

Lebih jauh, pihaknya ingin menjadikan Bogor sebagai kota yang layak dan ramah untuk keluarga. Soal tranportasi diakui dia belum maksimal seperti menggantikan angkot dengan Trans Pakuan. Selain itu, beberapa titik kemacetan jadi prioritas utama. 

"Soal program 100 hari, kami tidak ada program itu bagi kita Bogor harus terus berlari,  setiap hari lari," ujar dia.

Soal plastik jadi BBM, tambah dia, itu sudah disupport oleh gubernur jadi program percontohan. Saat ini pihaknya tengah mencari lokasinya. Pihaknya memiliki lahan Galuga yang akan bisa digunakan tahun depan karena Bogor akan menggunakan TPPAS Lulut Nambo.

Di sisi lain, pihaknya pun telah menerbitkan perwal pembatasan plastik di supermarket maupun mini market sejak 1 Desember 2018. Ditargetkan pada dua tahun kedepan di pasar tradisional pun sudah mengikutinya.

Sementara itu, Bupati Ciamis Herdiat menolak memberikan keterangan usai pelantikan.***

Bagikan: