Pikiran Rakyat
USD Jual 14.540,00 Beli 14.240,00 | Sedikit awan, 22.2 ° C

Kurang 900 Surat Suara, Ketua KPU Cimahi: Rencana Kacau Semua

Ririn Nur Febriani
PENGIRIMAN surat suara untuk KPU Cimahi, beberapa waktu lalu.* /RIRIN NUR FEBRIANI/PR
PENGIRIMAN surat suara untuk KPU Cimahi, beberapa waktu lalu.* /RIRIN NUR FEBRIANI/PR

CIMAHI, (PR).- Sejumlah masyarakat mengadukan tak bisa menyalurkan hak pilih pada gelaran Pemilu Serentak 2019. Surat suara pengganti surat suara rusak yang tidak dikirim oleh KPU RI sesuai pengajuan, menjadi penyebab kekurangan surat suara di beberapa TPS di Kota Cimahi. Untuk surat suara, Kota Cimahi mengalami kekurangan hingga 900 lembar surat suara.

Hal itu diakui Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi, Mochamad Irman, Kamis 18 April 2019. "Kami kekurangan logistik seperti surat suara. Rencana kacau semua," ujarnya di Sekretariat KPU Kota Cimahi, Jalan Pesantren, Kota Cimahi.

Setelah proses penyortiran dan pelipatan beberapa waktu lalu, KPU Kota Cimahi mengajukan sekitar 33.000 surat suara pengganti. Angka itu sesuai dengan jumlah total kerusakan untuk lima jenis pemilihan yakni Pilpres, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kota Cimahi.

"Namun pengiriman surat suara pengganti tak seluruhnya. Surat suara DPR RI (masih) kurang 1.112 lembar, DPD RI 104 lembar, DPRD Kota Dapil 5 kurang 395 lembar. Untuk surat suara Pilpres 23.000 dikirim semua penggantinya, itupun mepet," beber Irman.

Untuk mengatasi kekurangan surat suara, lanjut dia, pihaknya menggeser surat suara yang dinilai lebih di satu TPS ke TPS yang mengalami kekurangan. "Seperti TPS di Pasirkaliki. Kalau surat suara presiden, masih ada persediaan, tertutup sama cadangan. Kalau DPRD provinsi, kota, itu dari TPS sebelah," katanya.

Setelah upaya menggeser surat suara antar-TPS dan menggunakan seluruh surat suara cadangan, maka diketahui Kota Cimahi masih kekurangan 900 surat suara sampai proses pencoblosan berakhir.

Penghitungan

Penghitungan resmi hasil penghitungan suara Pemilu 2019 di Kota Cimahi rencananya bakal dilaksanakan Jumat, 18 April 2019. Saat ini petugas masih disibukkan dengan pengiriman logistik dari tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) kelurahan ke tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). "Paling cepat Jumat penghitungan real count. Hari ini konsentrasi masuk dulu logistik semua," kata Irman.

Ada tiga tempat yang akan dijadikan lokasi penghitungan hasil perolehan suara. Untuk PPK Cimahi Utara akan dilaksanakan di Gedung GSG Hardjuno, Jalan Encep Kartawiria. Untuk hasil suara PPK Cimahi Tengah akan dilaksanakan di GOR Sangkuriang, Padasuka. Sedangkan PPK Cimahi Selatan dilaksanakan di Gedung Technopark Cimahi, Jalan Raya Baros, Cimahi Selatan. "Wilayah Selatan itu ada surat suara dari sekitar 639 TPS, Tengah 480 TPS, Utara 453 TPS," ucapnya.

Komisioner KPU Kota Cimahi Divisi Teknis, Djayadi Rachmat menambahkan, pihaknya menyiapkan 13 kotak suara per-PPK untuk penghitungan surat suara. Jika kurang, kotak suara bisa ditambah. "Sementara ini kami siapkan 13 kotak suara untuk masing-masing PPK," ujarnya.

Kurang Matang

Bawaslu Kota Cimahi menilai, kurangnya surat suara Pemilihan Umum (Pemilu) di Kota Cimahi disebabkan kurang matangnya persiapan Pemilu di Kota Cimahi. "KPU Cimahi ini kurang matang, tidak siap. Distribusi dari KPU ke PPS juga terlambat," kata Ketua Bawaslu Kota Cimahi, Jusapuandy di Sekretariat Bawaslu Kota Cimahi, Jalan Sangkuriang, Kota Cimahi, Kamis 18 April 2019.

Permasalahan yang terjadi di lapangan saat proses pemungutan suara 17 April 2018, kata Jusapuandy, dipicu persiapan logistik yang kurang baik. Seperti dalam proses sortir lipat (Sorlip) surat suara dan proses setting logistik. "Tenaga Sorlip sedikit, logistik datang terlambat tak bisa diantisipasi. Hal itu jelas berdampak pada keterlambatan setting hingga distribusi," ucapnya.

Jusapuandi mengingatkan KPU Kota Cimahi agar membenahi hal tersebut. "Dari internal KPU masih banyak kesalahan menghitung. KPU kurang siap terkait beberapa kendala yang disebutkan," katanya.***

Bagikan: