Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 25.2 ° C

Kabiro Humas dan Keprotokolan Setda Jabar Herman Bantah Langgar Netralitas ASN

Novianti Nurulliah
KEPALA Biro Humas dan Keprotokolan Setda Pemprov Jabar Hermansyah memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Sate, Kamis, 18 April 2019.*/JABARPROV.GO.ID
KEPALA Biro Humas dan Keprotokolan Setda Pemprov Jabar Hermansyah memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Sate, Kamis, 18 April 2019.*/JABARPROV.GO.ID

BANDUNG,(PR).- Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setda Pemprov Jabar Hermansyah membantah jika dirinya telah melakukan kampanye terselubung terhadap stafnya di Gedung Sate untuk mendukung istrinya yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari Perindo. Adanya kartu nama yang dibagikan saat itu diduga menjadi bagian sosialisasi sang istri.

Herman pun mengaku dirinya telah menghadap Sekda Jabar Iwa Karniwa dan menjelaskan kronologinya. "Sebenarnya itu tidak benar, saya memang orang baru,  jadi sangat wajar jika saya mau mengenalkan istri saya pada saat itu. Saya rasa tidak perlu dipersoalkan netralitas itu, saya sangat menjaga netralitas itu, saya jamin bahwa ASN di Gedung Sate ini terutama di biro humas itu sangat netral," ujar Herman ketika ditemui di Gedung Sate, Kamis, 18 April 2019. 

Dia pun menegaskan, ketika memperkenalkan istrinya dia tidak pernah memerintahkan mereka untuk ikut ataupun memberikan instruksi kepada para stafnya seperti yang diberitakan.  "Jadi itu biasa saja silaturahmi saya kenalkan istri saya sebagai kepala biro karena kan suka banyak kegiatan yang menyangkut kegiatan ibu-ibu (dharma wanita). Mungkin ketika istri saya ada di sini, ini siapa sih yang bolak-balik tanpa ada yang tahu. Jadi ini hanya mengenalkan," ucap dia. 

Diakui Herman, istrinya memang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2019 ini. Namun hal itu tidak ada hubungannya dengan perkenalan yang dilakukan saat itu.

"Jadi begini, saya itu intro-nya susah mengenalkan istri saya di lingkungan kantor ini karena profesi yang sangat berbeda. Satu, saya ASN yang menjaga netralitas, istri saya yang terjun ke dunia politik. Jadi tidak seperti kebanyakan pasangan. Bisanya ASN dengan ASN, orang politik dengan pengusaha. Tapi ini, gimana saya mengenalkan istri saya pada bawahan saya. Saya katakan latar belakangnya bahwa istri saya aktivis di kepemudaan, keprofesian ditingkat pusat seperti IWAPI, organda, pernah jadi Ketua Partai Nasdem di Kota Bandung," tutur dia.

"Dia memang caleg tapi tidak ada satu pun kata minta tolong atau saya minta tolong ke staf saya untuk memilih istri saya, apalagi instruksi ke bawahan saya. Saya jamin netralitas di Gedung Sate ini benar-benar terjaga," kata dia.

Terkait kartu nama, lata dia, hal itu sangat wajar ketika orang berkenalan. "Ketika saya berikan kartu nama pasti logonya saya orang pemprov ya pemprov, pengusaha ya berikan perusahaan di kopnya. Dia kebetulan politisi kartu namanya memang dituliskan nama Perindo,  tapi tidak ada ajakan," kata dia.

Herman menyadari saat memperkenalkan sang istri pada para stafnya itu pada saat minggu tenang, tapi dia kembali menegaskan bahwa itu bukan kampanye. "Lama ingin saya kenalkan istri saya pada staf saya tapi sering bentrok waktunya. Saya sudah mau undang staf tapi karena banyak kesibukan dan staf saya juga banyak kegiatan jadinya enggak jadi. Jadi kemarin itu dia (istri) ada di dekat sini, ya udah sini kata saya (ada waktu) setengah jam  karena memang waktunya agak sulit (untuk berkenalan)," tutur dia.

Dia menambahkan, sudah menghadap Iwa dan memberikan keterangan atau kronologinya."Itu kewajiban saya untuk menjelaskan dan saya dukung pak sekda bekerja. Bila temukan pelanggaran ya saya (siap terima) konsekuensi,  saya menjelaskan saat itu hanya silaturahmi dan tidak ada ajakan," ucap dia.***

Bagikan: