Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 24 ° C

Angkatan Muda Siliwangi Ajak Masyarakat Bijak Sikapi Hasil Pemilu

Dewiyatini
AMS meminta masyarakat Jabar tetap menjaga kondisi tetap kondusif dan dapat menerima hasil Pemilu 2019.*/ DEWIYATINI/PR
AMS meminta masyarakat Jabar tetap menjaga kondisi tetap kondusif dan dapat menerima hasil Pemilu 2019.*/ DEWIYATINI/PR

BANDUNG, (PR).- Angkatan Muda Siliwangi (AMS) mengajak warga Jawa Barat untuk dewasa dan lebih bijak dalam menyikapi hasil sementara Pemilu 2019, dengan tidak mudah terprovokasi. AMS meminta masyarakat Jabar tetap menjaga kondisi tetap kondusif dan dapat menerima hasil Pemilu 2019.

"Saya sampaikan siaga satu untuk menjaga lembur. Saya mengajak warga Jabar untuk menjaga kondusivitas dan tidak terprovokasi dengan kondisi pascapencoblosan Pemilu ini," ujar Ketua Umum DPP Angkatan Muda Siliwangi (AMS), Noeri Ispandji Firman kepada wartawan, Kamis 18 April 2019.

Menurut Noeri, AMS tidak menginginkan terjadinya konflik horizontal akibat Pemilu 2019.

Banyak pernyataan elite politik yang diunggah di media sosial dan juga media massa dapat menjadi pemicu konflik. Kondisi ini, lanjut Noeri, membuat suasana di masyarakat menjadi panas.

Sebagai pituin Sunda, AMS menginginkan Jawa Barat tetap aman dan tentram. Karena itu, dia mengajak semua elemenan masyarakat Jawa Barat untuk tidak terprovokasi.

Meski karakter masyarakat Jawa Barat tidak menyukai konflik, namun tetap saja hal tersebut harus diwaspadai. Noeri menyebutkan tidak perlu menjelek-jelekkan satu sama lain karena beda pilihan.

"Yang dilakukan harus memperbanyak silaturahmi. Karena keamanan dan kondusivitas Jabar dan Indonesia sangat penting pascapemilu," ucapnya.

Secara tegas, AMS akan memberikan sanksi organisasi bagi anggotanya yang melakukan provokasi sehingga meimbulkan konflik. Noeri mengharapkan, anggota AMS di semua daerah menjadi motor dalam menjaga kondusivitas Jabar.

Hal senada diungkapkan senior AMS, Tjetje Hidayat Padmadinata. Menurut Tjetje, yang harus ditonjolkan adalah masyarakat Jawa Barat itu baik dan dewasa dalam menghadapi perbedaan pilihan di Pemilu 2019 ini.

"Di Jabar tidak ada yang saling caci maki. Tidak ada perdebatan yang terbuka. Semoga saja, tidak terjadi konflik horizontal di Jabar," katanya.

Tjetje pun mengimbau masyarakat Jabar untuk bisa menerima siapapun yang menjadi pemenang baik di Pemilu dan Pilpres 2019. ***

Bagikan: