Pikiran Rakyat
USD Jual 14.393,00 Beli 14.093,00 | Umumnya cerah, 17.3 ° C

Tingkat Partisipasi Pemilu di Wilayah Banjir Tergolong Tinggi

Okky Ardiansyah
WARGA Kampung Rancanumpang Desa Tegal Luar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung menaiki perahu untuk bisa hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) alternatif karena daerahnya mengalami musibah banjir, Rabu 17 April 2019 .*/ECEP SUKIRMAN/PR
WARGA Kampung Rancanumpang Desa Tegal Luar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung menaiki perahu untuk bisa hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) alternatif karena daerahnya mengalami musibah banjir, Rabu 17 April 2019 .*/ECEP SUKIRMAN/PR

BANDUNG, (PR).- Banjir bukan halangan bagi warga Kabupaten Bandung untuk tak menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2019. Hal itu terlihat dari tingkat partisipasi yang tergolong tinggi.

Ketua KPU Jabar, Rifqi Ali Mubarok menyebut bahwa 210 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di daerah yang terkena banjir mendapatkan perhatian khusus. Maka itu, ia memantau langsung pemungutan suara di sejumlah TPS Kabupaten Bandung.

Selain itu, KPU Jabar berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk menyediakan alat transportasi berupa perahu karet. Tujuannya untuk memudahkan masyarakat mencapai lokasi pemungutan suara. 

"Jarak dari pemukiman ke TPS itu jauh. Maka kami harus menyediakan transportasi. Kami pun berkoordinasi dengan BPDB, TNI, Polri, dan Tim SAR untuk menyiapkan perahu karet. Dan akhirnya tadi ada beberapa warga yang diantar-jemput," ucap Rifqi di kantor KPU Jabar, Rabu 17 April 2019.

Menurut Rifqi, banyak warga yang terdampak banjir enggan untuk datang ke TPS. Hal itu sempat menjadi kekhawatirannya. Namun dengan penyediaan transportasi, kata Rifqi, kekhawatiran itu dapat teratasi. 

"Angka partisipasinya cukup besar, walaupun harus menggunakan perahu karet. Tadinya enggak mau milih karena banjir, akhirnya risikonya harus difasilitasi," ucapnya. 

"Yang tadi baru datang itu hampir 200 orang yang memilih (di salah satu TPS). Dan semuanya memilih (tingkat partisipasi), ada di angka 75 persen," lanjutnya.

Golput menurun

Rifqi mengatakan bahwa tingkat partisipasi tinggi tak cuma terjadi di daerah Kabupaten Bandung yang terkena banjir, tetapi juga hampir di seluruh wilayah Jawa Barat. 

"Tadi hasil survey di TPS itu jam 12 sudah 75 persen yang sudah menggunakan hak pilih. Jadi kalau dirata2 kan bisa jadi 70 persenan lebih (yang berpartisipasi)," katanya.

Jumlah tersebut, kata Rifqi, dapat menggambarkan bahwa tingkat Golput di Jabar menurun ketimbang saat Pemilu 2014, yang mana tingkat Golput sekisar menyentuh 30 persen.

"Bisa 25 persen lah Golput karena ada Kabupaten yang enggak bisa naik partisipasinya. Target awal kami (partisipasi warga Jabar) 77 persen," ucapnya.***

Bagikan: