Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 17.7 ° C

Sejumlah Warga Citeureup Mendapat  Surat C6 Ganda

Ririn Nur Febriani
SEJUMLAH warga Kampung Kamarung, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi mengaku mendapat dua surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih (C6) KPU untuk TPS yang berbeda. */RIRIN NUR FEBRIANI/PR
SEJUMLAH warga Kampung Kamarung, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi mengaku mendapat dua surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih (C6) KPU untuk TPS yang berbeda. */RIRIN NUR FEBRIANI/PR

CIMAHI, (PR).- Sejumlah warga Kampung Kamarung Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi mengaku mendapat dua surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih (C6) KPU untuk TPS yang berbeda. Hal itu menunjukkan adanya data ganda yang tidak terverifikasi sehingga muncul dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu Serentak 2019.

Seperti yang dialami oleh Ahmad Rizqi Sumitro warga RT 6 RW 4 Citeureup. Dia menerima dua surat C6-KPU dengan nomor DPT.246  pada TPS 21, dan nomor DPT.211 pada TPS 20.

Ketua RT 7 RW 4 Citeureup Aef Saefuddin mengatakan, pihaknya menemukan banyak kasus DPT ganda. Bahkan warga yang sudah meninggal dunia masih muncul dalam DPT.

"Yang saya tahu di Kamarung ada beberapa orang yang sudah terdaftar di beberapa TPS. Ada yang di TPS 21 terdaftar di TPS 20, ada yang terdaftar di TPS 19, ada yang terdaftar di TPS 18, dari TPS 21 itu, jadi banyak yang dobel," ujarnya.

Dia berharap agar undangan untuk mencoblos tersebut tidak dimanfaatkan oleh oknum yang ingin melakukan kecurangan. "Kalau warga sih tidak tahu soal ini sebelumnya, baru terungkap setelah dapat C6," katanya.

Harus diperiksa ulang

Ketua KPU Kota Cimahi Muhammad Irman ketika dikonfirmasi mengaku kaget bila masih ditemukan DPT ganda. "Kami meminta kepada semua PPS tingkat kelurahan dan KPPS di Kota Cimahi agar kembali melakukan check and recheck DPT dan pemilih yang datang. Kalau ada hal seperti itu, temuannya itu harus segera dilaporkan," ujarnya.

Petugas KPPS juga harus jeli dan mewaspadai jangan sampai ada warga yang mencoblos sampai dua kali. "Melakukan pemeriksaan jari dengan benar sebagai deteksi warga yang sudah memilih," katanya.

Menurut Irman, kemunculan DPT ganda dimungkinkan terjadi akibat kelemahan pada proses pemutakhiran daftar pemilih. "Biasanya kalau nama ganda muncul langsung diberi tanda, mungkin ini lolos. Dengan adanya undangan mencoblos dua kali di TPS berbeda berarti ini temuan data ganda, artinya ada ketidaksempurnaan pada saat verifikasi data. Tidak terdeteksi. Berarti kelemahan pada saat pemutakhiran data. Akan jadi masukan untuk ke depan," ungkapnya. ***

 

 

 

Bagikan: