Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Umumnya berawan, 22.8 ° C

Sebagian Korban Banjir Bandung Selatan Naik Perahu untuk Tiba di TPS

Ecep Sukirman
WARGA Kampung Rancanumpang Desa Tegal Luar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung pada Rabu, 17 April 2019 menaiki perahu untuk bisa hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) alternatif karena daerahnya mengalami musibah banjir beberapa waktu lalu.*/ECEP SUKIRMAN/PR
WARGA Kampung Rancanumpang Desa Tegal Luar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung pada Rabu, 17 April 2019 menaiki perahu untuk bisa hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) alternatif karena daerahnya mengalami musibah banjir beberapa waktu lalu.*/ECEP SUKIRMAN/PR

GENANGAN banjir yang terjadi di beberapa kecamatan di Bandung selatan, tidak menyurutkan animo masyarakat untuk menyalurkan hak suaranya dalam pemilu 2019, Rabu, 17 April 2019. Meski harus menaiki perahu dan cukup membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), warga secara bergelombang mendatangi beberapa TPS alternatif yang tidak tergenang banjir.

Seperti halnya yang dilakukan warga di Kampung Rancanumpang Desa Tegal Luar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, sejak pagi hari mereka sudah bersiap menuju salah satu TPS di lokasi alternatif yang disiapkan panitia pemungutan suara setempat. Warga tidak mau kehilangan hak politiknya dalam menyukseskan pesta demokrasi serentak ini.

Titin Rohmatin (36) warga setempat menuturkan, dirinya telah bersiap memberikan hak suaranya untuk para wakil rakyat dan presiden. Bagi dia, pemilu ini tidak sekedar memilih pemimpin, melainkan ada harapan kehidupan lebih baik di masa mendatang, khususnya bagi warga yang sering terkena musibah banjir seperti yang dialami warga Bandung selatan.

“Bukan sekedar memilih siapa pemimpin, tetapi kami menggantungkan harapan kepada mereka agar lebih peduli kepada warga yang kerap dilanda musibah seperti banjir ini. Mudah-mudahan para pemimpin kita ini lebih peduli terhadap nasib warga miskin agar ke depannya dapat hidup lebih baik,” ujar Titin.

Dirasakan Titin, pemilu kali ini sungguh sangat berbeda dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Pada pemilu kali ini, dia harus berjuang untuk tiba di TPS karena terkendala banjir. Sedangkan pada pemilu sebelumnya, dia tidak perlu repot-repot datang ke TPS karena tidak terjadi banjir.

Pada pemilu sebelumnya yakni pemilihan Gubernur Jabar, warga Kampung Rancanumpang cukup membutuhkan waktu 5 menit untuk sampai di TPS. Akan tetapi pada pemilu kali ini, kata Titin, warga di sini butuh waktu sekitar 15 hingga 20 menit untuk bisa sampai ke TPS karena kesulitan akses akibat genangan banjir yang belum menampakkan surut.

“Kami berharap kepada pemimpin kami untuk lebih memerhatikan warga seperti kami ini (lokasi rawan bencana). Kami menaruh harapan besar kepada mereka agar kehidupan kami jauh lebih baik di masa mendatang, siapa pun nanti yang akhirnya terpilih dalam pemilu ini,” kata dia.
 

Partisipasi cukup tinggi

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang meninjau ke TPS 136 di Taman Ceria Kelurahan Baleendah Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung mengatakan, dari beberapa TPS yang dia kunjungi menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat cukup tinggi untuk menyalurkan suaranya dalam pemilu ini. Dia pun mengimbau masyarakat agar tetap rukun dan damai untuk membangun Jawa Barat dan Indonesia tanpa terpecah-belah.

“Partisipasi masayarakat cukup tinggi. Seperti halnya di TPS 136 dan 137 ini, hingga pukul 11.30 jumlah pemilih yang sudah menyalurkan hak suaranya mencapai 70 persen lebih. Di daerah lain yang saya kunjungi juga demikian (tinggi) seperti di Kota Cimahi dan  Kota Bandung,” kata dia.

Kunjungan ke Baleendah ini, dijelaskan Ridwan Kamil, untuk memantau sejauh mana partisipasi masyarakat di lokasi banjir dalam menyalurkan hak suaranya. “Alhamdulillah, (banjir) tidak memengaruhi partisipasi masyarakat. Ini berkat kepemimpinan Bupati Bandung dan KPU Kabupaten Bandung yang telah menyiapkan upaya-upaya optimal dalam menyukseskan pemilu ini,” ujar dia.***

Bagikan: