Pikiran Rakyat
USD Jual 14.301,00 Beli 14.001,00 | Sebagian berawan, 18.4 ° C

Dampak Banjir Banyak Warga Terserang Gatal Kulit

Ecep Sukirman
WILAYAH Dayeuhkolot, Bojongsoang, dan Baleendah masih belum terbebas dari banjir.*/ECEP SUKIRMAN/PR
WILAYAH Dayeuhkolot, Bojongsoang, dan Baleendah masih belum terbebas dari banjir.*/ECEP SUKIRMAN/PR

SOREANG, (PR).- Masih terjadinya banjir yang selama ini merendam kawasan Bandung selatan seperti di Kecamatan Dayeuhkolot, Bojongsoang, dan Baleendah turut pula menimbulkan banyaknya warga terdampak banjir terserang penyakit. Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung menginventarisir, beberapa pola penyakit yang paling banyak diderita warga terdampak banjir ini di antaranya infeksi saluran pernapasan, penyakit gatal kulit, hipertensi, penyakit lambung, demam, dan batuk.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Grace Mediana Purnami mengatakan, pihaknya saat ini telah menerjunkan petugas medis di beberapa lokasi pengungsian dan permukiman penduduk untuk melayani kesehatan warga terdampak banjir. Skema pelayanan medis yang diterapkan, lanjut Grace, dengan cara menerapkan ring pelayanan kesehatan puskesmas berupa ring I hingga III. Selain itu, pihaknya pun berkoordinasi dengan rumah sakit daerah dalam hal pelayanan kesehatan warga terdampak banjir yang memerlukan tindakan medis rujukan.

“Setelah rekan-rekan petugas medis di lapangan melakukan rapid health assesment di beberapa wilayah terdampak banjir ini serta melihat pola genangan banjir yang cukup panjang, tentunya yang paling berat adalah Puskesmas Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, dan Rancamanyar. Puskesmas itu kita kategorikan sebagai puskesmas ring I banjir. Puskesmas ring I banjir ini kemudian dibantu puskesmas ring II yang berada di dekat lokasi banjir seperti Puskesmas Pameungpeuk, Banjaran, dan dibantu juga puskesmas di ring III. Kami terus berkoordinasi agar pelayanan kesehatan bagi warga terdampak banjir ini terus berjalan,” ungkap Grace saat ditemui di Soreang, Selasa 16 April 2019.

Dijelaskan Grace, selain membuka posko pelayanan medis di posko pengungsian penduduk, pihaknya pun menerjunkan petugas medis ke beberapa permukiman penduduk terdampak banjir dengan cara menjangkau menggunakan perahu ke lokasi. Ketersediaan obat-obatan, lanjut dia, saat ini mencukupi, baik persediaan obat-obatan di puskesmas maupun di Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung.

“Kami juga melakukan optimalisasi puskesmas keliling juga ke lokasi terdampak banjir di permukiman penduduk menggunakan perahu yang dibantu juga dari BPBD Kabupaten Bandung dan aparat setempat,” ujar dia.

Banjir terlama

Menurut seorang warga terdampak banjir yang tidak mengungsi Rahmat (51) warga Kampung Bojong Asih RT 2 RW 14 Desa Dayeuhkolot Kecamatan Dayeuhkolot, banjir yang saat ini terjadi merupakan banjir terlama dan terparah dibandingkan dengan banjir sebelumnya. Kondisi banjir saat ini, lanjut dia, sudah lebih dari 1 bulan tidak pernah surut. Hal itu pun sangat menghambat aktivitas warga.

Masih dikatakan dia, saat ini ketersediaan perahu yang menjadi angkutan publik di permukimannya itu hanya terdapat 1 unit. Perahu yang digunakan warga ini pun merupakan bantuan dari Pemerintah Desa Dayeuhkolot. Dia pun mengharapkan adanya bantuan perahu lain untuk mobilisasi warga, terlebih saat ini menjelang pungutan suara dalam pemilu.

“Perahu hanya satu unit yang digunakan secara bergiliran oleh ratusan warga dalam melakukan aktivitas sehari-harinya. Kami sangat memerlukan perahu tambahan. Aktivitas warga terkendala karena keterbatasan perahu,” kata dia seraya menambahkan di permukiman mereka itu tidak pernah tersentuh bantuan logistik.

Mengenai kebutuhan warga terdampak ini, Komunitas Gerakan Indonesia Kita (GITA) Bandung raya memberikan bantuan berupa perahu kayu yang bisa untuk menunjang aktivitas warga di kampung tersebut. Koordinator GITA Bandung raya Dudi Andre Setiawan mengatakan, bantuan perahu ini sebagai sumbangsih komunitasnya untuk mengurangi beban para warga terdampak banjir dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari.

“Mudah-mudahan dengan adanya bantuan perahu ini dapat meringankan beban warga terdampak banjir dalam melakukan aktivitas sehari-harinya. Kami akan menyalurkan bantuan perahu ini secara bertahap ke wilayah terdampak banjir yang jarang tersentuh bantuan. Semoga bantuan yang kami berikan ini dapat bermanfaat,” kata Dudi seraya menambahkan juga menyalurkan pelampung dan alat keselamatan lainnya kepada warga terdampak banjir.

Rencananya, lanjut Dudi, jumlah perahu yang akan disumbangkan dari urunan para budayawan, seniman, dan pegiat lingkungan yang tergabung dalam GITA Bandung raya ini sebanyak 10 unit. Penyaluran pun akan dilakukan secara bertahap.

“Terlebih besok (Rabu, 17 April 2017) akan digelar pencoblosan pemilu. Jadi ini juga berupa sebagai upaya kami untuk menekan angka golput di lingkungan terdampak banjir untuk menyalurkan hak suaranya akibat terkendala bencana banjir,” tutur dia.***
 

Bagikan: