Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Umumnya berawan, 23.4 ° C

Bandung Mendadak Sepi seperti Kota Mati

Ade Bayu Indra
SEJUMLAH jalan protokol Kota Bandung mendadak sepi. Itulah kenyataan saat seluruh masyarakat dengan semangat mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih, Rabu 17 April 2019.*/ADE BAYU INDRA/PR
SEJUMLAH jalan protokol Kota Bandung mendadak sepi. Itulah kenyataan saat seluruh masyarakat dengan semangat mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih, Rabu 17 April 2019.*/ADE BAYU INDRA/PR

SAAT warga Kota Bandung memilih, saya punya pilihan sendiri. Mengelilingi kota yang sepi, sepi dari segala urusan, perniagaan, hingga hiruk pikuk beda pilihan. Beda dalam segala hal itu wajar, seperti saat memutuskan menyusuri jalanan pagi ini. Saat banyak orang sedang antre menyalurkan aspirasi demi ibu pertiwi, putaran ban seperti tiada henti karena suasana kota sepi.

Bebas, tak ada suara raungan gas kendaraan yang mengejar jam kantor. Bebas, tak ada pijakan mendadak pedal rem, karena Angkot yang tiba-tiba berhenti tidak disisi. Bebas, tak ada ribuan sepeda motor yang meliuk-liuk diantara kendaraan roda empat. Bebas dari macet, bebas menginjak pedal gas.

Jalanan pasar dan pertokoan pun lengang dan nyaman dilalui. Perniagaan sejenak ditinggalkan, demi harapan pada pimpinan. Bisnis-bisnis sementara dihentikan, untuk memutuskan pilihan. Pasar Baru yang biasa ramai, mendadak sepi. Praktis tidak ada transaski jual beli. Suasana di sana seperti kota mati.

Pagi itu, hanya senyap yang ditemui. Semua warga lebih banyak berkumpul di tempat pemungutan suara. Mereka semangat untuk menentukan pilihan. Ada tawaran diskon itu tak banyak berarti. Entah setelah tahu pemimpin mana yang terpilih. Mungkin mereka akan berjejal di pasar lagi.

Demikian juga dengan Jalan Asia Afrika. Sebagai pusat kota, biasanya di jalan itu, macet tida henti. Namun, kali ini pemandangan jadi agak beda. Tak tampak lalu lalang kendaraan. Tak ada juga orang yang jalan-jalan.

Aktivitas cosplay tak terlihat. Seragam-seragam super hero menghilang. Atau mimik-mimik yang menakutkan, yang sering menggoda pejalan kaki, juga tak menampakan diri. Jalan Asia Afrika sebagaik jantung Kota Bandung benar-benar sepi.

Bagaimana dengan Pasar Kosambi? Ah tak jauh beda dengan kawasan lainnya. Pagi itu saya hanya menemui jalanan yang lengang. Menikmati Bandung dengan suasana yang menyenangkan. Padahal di kawasan ini, biasanya dihadapkan dengan kemacetan.

Akhirnya, kita pun tetap harus memilih, karena hidup adalah pilihan. Kita berharap akan menemukan berbagai hal yang baik. Semoga.*
 

Bagikan: