Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 17.7 ° C

Sopir Angkot di Cimahi Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Ririn Nur Febriani
SALAH seorang pengemudi angkutan kota tengah menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kota Cimahi, di  Terminal Pasar Antri Jalan Sriwijaya, Selasa, 16 April 2019. Pemeriksaan kesehatan ini merupakan kerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Cimahi.*/RIRIN NF/PR
SALAH seorang pengemudi angkutan kota tengah menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kota Cimahi, di Terminal Pasar Antri Jalan Sriwijaya, Selasa, 16 April 2019. Pemeriksaan kesehatan ini merupakan kerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Cimahi.*/RIRIN NF/PR

CIMAHI, (PR).- Puluhan pengemudi angkutan umum atau dikenal angkot menjalani pemeriksaan kesehatan di Terminal Pasar Antri Jalan Sriwijaya Raya Kota Cimahi, Selasa, 16 April 2019. Hal itu untuk memastikan kesehatan sopir prima sehingga keselamatan masyarakat terjamin.

Pemeriksaan kesehatan merupakan kerjasama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi. Turut dihadirkan kendaraan Cerdik milik Dinkes Kota Cimahi sebagai upaya peningkatan pelayanan deteksi penyakit tidak menular (PTM) kepada masyarakat secara mobile.

Kepala Seksi Angkutan Dishub Kota Cimahi Ranto Sitanggang mengatakan, acara pemeriksaan kesehatan terhadap para sopir dilakukan untuk memastikan kesehatan mereka. Apalagi, ritme kerja sopir jelang bulan ramadan meningkat seiring aktivitas masyarakat yang bertambah. "Frekuensi berkendaraan meningkat jelang puasa. Maka harus ikut terlibat dalam menciptakan awak angkutan yang sehat dan prima," katanya.

Jika hasil pemeriksaan dokter tidak dalam kondisi fit, lanjut Ranto, pihaknya menghimbau pengemudi  beristirahat. "Keluhannya rata-rata sakit pinggang, pegal, hiperensi Kalau kondisi tidak siap narik hasil diagnosa dokter, pasti akan kami sarankan jangan bawa kendaraan dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan," ungkapnya.

Ranto tidak memungkiri masih ada oknum sopir angkot yang kerap mabuk, termasuk sopir angkot tembak yang tidak terdaftar di organisasi resmi. Jika kedapatan ada sopir yang tengah dalam keadaan mabuk atau dalam pengaruh alkohol, harus segera dilakukan penggantian.

"Kami harap pemilik kendaraan angkot, Organda, serta KKU memperhatikan sopir dan jangan sampai perilaku mereka lepas kontrol. Mereka berperan besar  dalam pembinaan sopir sehingga jangan dibiarkan berbuat hal negatif seperti mabuk dan bisa memicu kecelakaan lalu lintas," tuturnya.

Kasi Penyakit Tidak Menular dsn Kesehatan Jiwa (PTM-Keswa) Dinkes Kota Cimahi dr. Benky Oktavianus mengatakan, rata-rata keluhan gangguan kesehatan yang dialami sopir seperti pegal, gangguan lambung, ambeien, hingga darah tinggi. Menurutnya, gangguan kesehatan tersebut muncul akibat gaya hidup sopir. "Kebanyakan faktor resiko PTM tinggi karena gaya hidup. Rata-rata perokok, sering minum kopi dengan gula berlebih, jarang olahraga, istirahat minim. Sehingg memicu hipertensi, meskipun kebanyakan juga karena faktor usia," ujarnya.

Pihaknya menyarankan para sopir menjalankan hidup bersih dan sehat. Mulai dari istirahat cukup, makan makanan gizi seimbang, termasuk aktivitas olahraga rutin. "Makan biasanya hanya seadanya, kebanyakan gorengan dan kurang sayur. Kalau bisa, merokok dihentikan atau dikurangi," tuturnya.

Salah satu sopir angkot yang melakukan pemeriksaan kesehatan, Iwan Hermawan (46), mengatakan tidak banyak mengalami keluhan kesehatan. "Biasanya dipakai kerja saja, kalau sudah terasa pusing ya istirahat dan paling minum obat saja," ujarnya.

Dia malah merasa pegal jika tak beroperasi. "Kalau libur malah banyak terasa. Tapi lumayan bisa istirahat sebentar," tuturnya. (Ririn NF/"PR")***

Bagikan: