Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Berawan, 22.5 ° C

Kebutuhan Air Bersih Bertambah Seiring Meningkatnya Aktivitas Ibadah

Cecep Wijaya Sari
MANAJER Perencanaan BUMD KBB Jovita Yulia Dewi.*/CECEP WIJAYA SARI/PR
MANAJER Perencanaan BUMD KBB Jovita Yulia Dewi.*/CECEP WIJAYA SARI/PR

NGAMPRAH, (PR).- Kebutuhan air bersih yang dilayani Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Bandung Barat PT Perdana Multiguna Sarana diprediksi meningkat pada Ramadan nanti. Meski demikian, BUMD menjamin pasokan air bersih aman lantaran diperkirakan masih ada curah hujan saat bulan puasa nanti.

Direktur PT PMGS Denny Ismawan mengungkapkan, peningkatan konsumsi air pada Ramadan terjadi sering dengan meningkatnya aktivitas, terutama malam hari. Selain untuk keperluan beribadah, air juga biasa digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti mandi, masak, dan mencuci.

"Walaupun ada peningkatan, tetapi biasanya tidak signifikan. Jadi, kami perkirakan pasokan air tetap mencukupi selama Ramadan nanti," ujarnya, Senin 15 April 2019.

Dia menuturkan, saat ini debit air yang dikelola BUMD masih normal, yakni 50 liter per detik. Air tersebut masih cukup untuk memasok kebutuhan sekitar 3.800 pelanggan BUMD saat ini. Apalagi, saat ini curah hujan masih cukup tinggi.

Meski demikian, ia pun memastikan, para petugas lapangan memantau kondisi air yang mengalir ke para pelanggan, terutama di daerah-daerah yang rawan tersendat. "Kami turunkan 2-5 petugas lapangan untuk memantau dan akan segera merespons jika terjadi masalah," tuturnya.

Ia juga mengungkapkan, kebutuhan air untuk Masjid As-Shiddiq di Kompleks Pemkab Bandung Barat juga terus dipantau, termasuk pada Ramadan nanti. Biasanya, kebutuhan air meningkat ketika banyak aktivitas jemaah di masjid untuk mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan ibadah.

"Di Masjid Pemda, pasokan air terus kami pantau. Ketika beberapa waktu lalu ada masalah, sekarang juga sudah tertangani. Kami selalu berkoordinasi dengan Pemda," katanya.

Manajer Perencanaan BUMD KBB Yovita Yulia Dewi menambahkan, saat ini sumber air baku yang dikelola BUMD berasal dari Sungai Cijanggel di Cisarua dan Sungai Cibanteng di Cikalongwetan. Kedua sumber air ini masih cukup untuk memasok kebutuhan air bagi sekitar 5.000 pelanggan.

Pihaknya terus berupaya memperbaiki pelayanan terhadap para pelanggan, seperti menyediakan layanan Whatsapp untuk menampung keluhan pelanggan serta memberi diskon pemasangan baru pada momen-momen tertentu.

"Namun untuk Ramadan kali ini, belum ada rencana untuk memberikan diskon.  Sementara, kami lebih ke mengoptimalkan pelayanan bagi pelanggan saat ini," ujarnya.***

Bagikan: