Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 17.3 ° C

Hindari Kesalahan, Ini Cara Mencoblos Surat Suara yang Benar

Dewiyatini
ILUSTRASI pencoblosan di TPS.*/DOK.PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI pencoblosan di TPS.*/DOK.PIKIRAN RAKYAT

BANDUNG,(PR).- Lima surat suara yang akan diterima pemilih di antaranya surat suara warna abu-abu merupakan surat suara calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) Pemilu 2019. Surat suara warna kuning adalah surat suara calon anggota DPR RI.

Surat suara warna merah merupakan surat suara calon anggota DPD Pemilu 2019. Surat suara warna biru adalah surat suara calon anggota DPRD tingkat provinsi. Kemudian surat suara warna hijau merupakan surat suara calon anggota DPRD tingkat Kabupaten/Kota Pemilu 2019.

Pemilihan 2019 selain merupakan Pemilu serentak pertama di Indonesia, juga menerapkan aturan baru. Salah satunya yang berkaitan dengan teknis pencoblosan. 

Dengan banyaknya surat suara yang harus dicoblos di bilik suara, kesalahan pencoblosan bisa saja terjadi. Bahkan isi surat suara juga berbeda. 

Untuk surat suara pilpres, pemilih dapat mencoblos nomor urut, foto pasangan calon, dan partai pengusung. Memilih satu dari tiga cara itu atau memilih tiga-tiganya, tetap dinyatakan sah. Bahkan bila coblosan mengenai garis di salah satu pasangan calon. 

Untuk pemilihan legislatif, baik di DPR, DPRD Provinsi, dan DPR Kab/Kota aturan keabsahan pencoblosan berbeda dengan Pemilu 2014. “Kali ini, partai politik akan lebih diuntungkan,” kata Komisioner KPU Jabar Endun Abdul Haq, di KPU Jabar Jalan Garut, Senin 15 April 2019.

Endun menjelaskan keuntungan yang akan diterima parpol itu karena pemilih “salah coblos”. Misalnya, ada pemilih yang mencoblos pada garis yang memisahkan nama calon, maka itu akan dinilai sah sebagai suara untuk parpol. Demikian juga, bila pemilih memilih nama 2 calon di partai yang sama, maka suara itu hanya dinyatakan sah untuk parpol.

Namun, bila ada pemilih yang memilih dua calon, dan salah satu calon dinyatakan didiskualifikasi, maka suara itu sah untuk calon yang satunya. Demikian pula bila coblosan menempel pada garis, maka suara itu untuk parpol.

Untuk DPD, coblosan dianggap sah selain pada nama dan nomor urut, juga ketika coblosan mengenai garis. Endun mengatakan 50 calon DPD terpampang dalam surat suara lengkap dengan fotonya. 

Endun juga menjelaskan nantinya akan ada tiga kategori pemilih di TPS antara lain yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT), di Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), dan Daftar Pemilih Khusus (DPK). Untuk yang terdaftar di DPT, saat datang ke TPS harus membawa formulir C6 dan eKTP. 

Sedangkan untuk pemilih DPTb membawa formulir A5 dan eKTP. Pemilih DPK, yang tidak terdaftar di DPT dan DPTb membawa eKTP dan Surat Keterangan dari Disdukcapil.***

Bagikan: