Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Sedikit awan, 24.4 ° C

210 TPS di Kabupaten Bandung yang Ada di Wilayah Banjir, Dipindahkan

Novianti Nurulliah
MURAL bertema Pemilu dibuat di salah satu sudut jalan di Ciracas, Serang, Banten, Sabtu 6 April 2019. Mural yang dibuat secara sukarela oleh Komunitas Suara Rakyat tersebut bertujuan mendorong warga agar menggunakan hak pilihnya pada Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang.*/ANTARA
MURAL bertema Pemilu dibuat di salah satu sudut jalan di Ciracas, Serang, Banten, Sabtu 6 April 2019. Mural yang dibuat secara sukarela oleh Komunitas Suara Rakyat tersebut bertujuan mendorong warga agar menggunakan hak pilihnya pada Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang.*/ANTARA

BANDUNG,(PR).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat akan memindahkan 210 TPS yang ada di kawasan banjir di Kabupaten Bandung. Ke-210 TPS itu berada di enam kecamatan yang mencakup delapan desa. Adapun keenam kecamatan tersebut yaitu Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Banjaran, Ciparay dan Rancaekek.

Ketua KPU Jabar Rifqi Ali Mubarok mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dampak banjir yang melanda beberapa wilayah di Jabar. Namun keenam kecamatan di Kabupaten Bandung tersebut yang mengalami dampak sehingga harus dipindahkan. Sementara yang lainnya, bisa tetap berjalan.

"Ada beberapa yang  kena musibah, yang berdampak itu Kabupaten Bandung, Indramayu juga terendam banjir tapi tidak berdampak," ujar dia dalam Jabar Punya Informasi (Japri) yang digelar di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa, 16 April 2019.

Menurut dia,  KPU Kabupaten Bandung dan juga pemerintah setempat telah melakukan pemetaan kemungkinan mengalami pergantian dan perubahan lokasi TPS ke tempat yang lebih layak. Selain itu, pihaknya pun telah mengantisipasi proses pemungutan dan penghitungan suara di lokasi bencana seperti di Kabupaten Bandung tersebut.

Dia pun berharap situasi tersebut tidak mempengaruhi angka partisipasi masyarakat. Masyarakat diharapkan tetap antusias menggunakan hak pilihnya. Diakui dia, selain Kabupaten Bandung dan Indramayu di Kota Bogor pun kena banjir.

Saat ini, kata dia, pihaknya telah menyalurkan logistik pemilu ke seluruh daerah hingga ke tingkat TPS. Meski pihaknya alami tantangan atau kendala terlebih dengan letak geografis Jabar dan juga cuaca ekstrim saat ini.

"Kami upayakan mitigasi seperti kab Bogor kotak suara diganti dengan kotak suara pilkada terbuat dari karton dupleks transparan. Semua logistik harus dikemas dari plastik karena mengantisipasi hujan. Selain itu ada juga jalur yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan jadi harus dipanggul seperti di Garut Selatan," tutur dia.

1,2 juta petugas

Sementara itu, KPU besok mengerahkan sekitar 1,2 juta petugas yang terdiri dari KPU, panwaslu dan petugas perlindungan masyarakat (linmas) terkait pelaksanaan Pemilu 2019. Menurut dia, jumlah TPS pada Pemilu 2019 di Jawa Barat jauh lebih banyak dibandingkan TPS saat pelaksanaan Pilkada Serentak 2018.

"Karena jumlah pemilih maksimal di tiap TPS sekitar 300 pemilih dan untuk di Jawa Barat jumlah pemilih di masing-masing TPS itu rata-rata berkisar 250 pemilih," kata dia.

Terkait DPT yang sudah diperbaiki sampai dengan tiga kali sudah bisa dipastikan bahwa DPT di Provinsi Jawa Barat terbanyak di Jawa Barat. "(Jabar) kita merupakan DPT yang paling banyak seluruh provinsi yang ada di Indonesia yaitu sekitar 33,2 juta jumlah pemilih yang tersebar di 138.000 TPS," kata dia.***

Bagikan: