Pikiran Rakyat
USD Jual 14.083,00 Beli 13.783,00 | Umumnya cerah, 17.6 ° C

Majatribe, Geliat Hiphop Anak Muda Majalaya

Gugum Rachmat Gumilar
TANGKAPAN layar channel Youtube Pikiran Rakyat.*
TANGKAPAN layar channel Youtube Pikiran Rakyat.*

MUNGKIN tak pernah ada yang berpikir bahwa Majalaya akan menjadi tempat tumbuh kembangnya rapper-rapper muda yang mampu berbicara banyak di panggung hiphop Indonesia. Namun itulah kenyataannya.

Tiga tahun terakhir, beberapa rapper asal kawasan timur Kabupaten Bandung ini mampu menarik perhatian para pencinta hiphop tanah air. Klip pertama berjudul "My Gang" yang dirilis di channel Youtube mereka, bahkan sudah disaksikan 1,5 juta kali. Rapper-rapper muda ini tergabung dalam sebuah wadah bernama Majatribe. 

Salah satu rapper asal Majalaya, yang sekaligus member dari Majatribe, B-Flow menyebut, Majatribe berdiri sejak 2016. Mulanya tak saling kenal. Hanya sama-sama suka musik hiphop. Mereka lantas saling membuka komunikasi lewat media sosial. 

"Akhirnya terpikir untuk bikin grup hiphop dengan mengajak anak-anak muda lainnya yang juga suka hiphop," tutur B-Flow dalam kunjungan Majatribe ke Kantor Pikiran Rakyat Digital, belum lama ini. 

Personel Majatribe lainnya, Asep Balon, dengan bangga menyebut bahwa Majatribe adalah pionir musik hiphop di daerah yang sudah terkenal dengan produksi sarung dan borondongnya itu.

"Dengan bangga kami bisa bilang bahwa ini adalah grup hiphop pertama dan satu-satunya di Majalaya," tutur rapper yang juga masyhur dengan lagu-lagunya secara individu.

Selain kecintaan terhadap hiphop, karya anak-anak muda ini juga memiliki tujuan lain: mengangkat nama kampung halaman. Asep Balon mengaku, masih banyak yang mengidentikkan Majalaya dengan bencana alam banjir dan aksi brutal premanisme. Inilah yang perlahan ingin mereka hapus dengan karya.

"Minimal, waktu memperkenalkan diri dari Majalaya, orang-orang bisa langsung langsung 'oh, Majalaya itu yang ada Majatribe ya', mereka sedikit melupakan banjir dan premanismenya," tutur Asep Balon dalam wawancara yang versi lengkapnya bisa diakses di channel Youtube Pikiran Rakyat.***

Bagikan: