Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 17.3 ° C

Kapolda Jabar & Pangdam Siliwangi Menjamin Pemilu Aman

Mochammad Iqbal Maulud
KAPOLDA Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto.*/ DOK. PRFMNews
KAPOLDA Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto.*/ DOK. PRFMNews

BANDUNG, (PR).- Kegiatan apapun yang mengganggu ketenangan dalam pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 akan ditindak secara tegas. Dengan demikian,  pelaksanaan Pilpres 2019 bisa berjalan tertib dan aman tanpa gangguan baik psikis maupun gangguan ketertiban lainnya.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Agung Budi Maryoto didampingi Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Tri Soewandono. Disampaikan saat mengunjungi Kantor Harian Umum Pikiran Rakyat, di Jalan Asia Afrika No 77 Kota Bandung,  Senin 15 April 2019.

Menurut Agung ada beberapa hal yang bisa membuat kondisi psikis dari para pemegang hak suara ini buyar. Semisal ada kumpulan orang yang terlalu banyak sebagai saksi di TPS padahal baik dari DPRD Tingkat I dan II, DPR RI, DPD hingga capres dan cawapres sudah ada saksi masing-masing.

"Masyarakat Jawa Barat ini terkenal dengan masyarakat yang religius, sehingga diharapkan dapat menjaga ketertiban dan keamanan pada saat mencoblos," ucapnya seraya menambahkan apabila ada kegiatan lain semisal zikir bersama silakan dilakukan di masjid-masjid.

"Saya juga ingatkan baik kepada pendukung 01 maupun 02 untuk tidak lakukan euforia berlebihan setelah usainya pencoblosan. Masyarakat silakan bereuforia jika hasil akhirnya telah ditetapkan," ucapnya.

Agung juga menyatakan pemilihan kali ini waktunya lebih panjang dari biasanya. Jadi meskipun pemilik hak suara tersebut hadir semisal pukul 16.00. "Karena terdiri dari 5 surat suara bahkan batas penghitungan pun diperpanjang hingga Kamis 18 April 201‎9 sekira pukul 12.00," katanya.

Kapolda Jabar dan Pangdam III/Siliwangi pun memberikan kekuatan penuh di TPS-TPS. Demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya. "Dari Polda Jabar kami siapkan 24.653 personel ditambah dari Kodam III/Siliwangi sebanyak 10.250 personel," ujar Agung.

Pada tiap-tiap TPS ini Bhabinkamtibmas akan dibantu oleh 2 orang petugas Linmas untuk pengamanan.‎ Sementara Babinsa akan diturunkan di titik-titik dekat TPS. "Baik anggota TNI dan Polri tidak boleh masuk ke wilayah TPS, anggota hanya mengamankan," katanya.

Selain itu, kata Agung karena anggota Polri berada pada pengamanan TPS, maka anggota TNI diperkenankan melakukan tindakan kepolisian. "Semisal menanyakan identitas dan pemeriksaan lainnya. Hal ini diatur dalam KUHP Pasal 6, dijelaskan di pasal tersebut, anggota TNI bisa melaksanakan tindakan kepolisian saat darurat," ucapnya seraya menambahkan namun untuk kriminal murni tetap diurus oleh kepolisian.

Oleh karena itu Agung pun mengajak kepada masyarakat Jawa Barat yang dikenal ramah ini tetap terus menjaga kondusivitas. "Datang juga ke TPS-TPS jangan sampai jadi golput karena keamanan sudah dijamin oleh Polda Jabar dan Kodam III/Siliwangi," ucapnya.

PANGDAM III Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono.*/ DOK. PRFMNews

Pentingnya peran media

Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI, Tri Soewandono pun mengingatkan peran media amat penting bagi proses demokrasi saat ini, terutama pada Pileg dan Pilpres 2019 ini.

"Sewaktu saya menjadi Danrem di salah satu daerah, sempat terjadi kekacauan dan kerusakan yang masif. Ini disebabkan salah satu radio memberikan ucapan selamat pada saat quick count diumumkan kepada calon bupati disana. Padahal saat real count calon bupati tersebut ternyata kalah. Sehingga terjadilah kekacauan dari pendukung calon yang sudah dinyatakan menang tersebut," ucapnya.

Hal itu, kata Tri, sebenarnya bisa mudah dihindari jika media tidak buru-buru mengucapkan selamat. Sebaiknya media memberikan keterangan setelah hasil real count didapat. "Karena bisa saja hasilnya tidak sama dengan hasil quick count," ucapnya.

Selain itu, media diharapkan menjadi benteng terakhir penyebaran hoaks pada saat hari pencoblosan maupun pasca pencoblosan. "Jangan sampai ada kekacauan akibat pemberitaan yang tidak bertanggung jawab," ucapnya.

Senada dengan kapolda, Tri mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019 mendatang. "Jangan golput, dan jangan takut intimidasi karena TNI dan Polri sudah menjamin keamanananya," ucapnya. ***

 

Bagikan: