Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 21.4 ° C

Ada Mobile Puskesmas, Warga Pinggiran Jadi Mudah Berobat

Hendro Susilo Husodo
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil berfoto  bersama usai meluncurkan Mobile Puskesmas (MPUS), di Alun-alun Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Senin 15 April 2019.*/ HENDRO SUSILO/PR
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil berfoto bersama usai meluncurkan Mobile Puskesmas (MPUS), di Alun-alun Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Senin 15 April 2019.*/ HENDRO SUSILO/PR

NGAMPRAH, (PR).- Demi meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah terpencil, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan Mobile Puskesmas (MPUS), di Alun-alun Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Senin 15 April 2019. Meski sudah dirilis, MPUS itu masih belum bisa digunakan.

Ridwan mengatakan, mobil tersebut menjadi jawaban dari keluhan atau aspirasi warga Jabar, khususnya masyarakat daerah terpencil yang kesulitan mengakses pelayanan kesehatan. Sekitar sepertiga dari keluhan warga yang masuk ke Jabar Quick Response, kata dia, ialah terkait dengan persoalan kesehatan.

"Kami memahami indeks pembangunan manusia Jabar itu tinggi di pendidikan, tapi masih rendah di indeks kesehatan. Nah, salah satunya adalah pelayanan dan segala macam permasalahannya. Oleh karena itu, Pemprov Jabar tahun ini punya lima Mobile Puskesmas," kata Ridwan.

Dengan pelayanan yang menyerupai di puskesmas, menurut dia, MPUS tersebut akan hadir ke daerah pegunungan, perbukitan, atau daerah pelosok. MPUS juga dilengkapi oleh tenaga kesehatan dan berbagai peralatan kesehatan yang canggih, termasuk telemedicine untuk konsultasi dengan dokter spesialis di command center Dinas Kesehatan Jabar.

"Nah, jumlah desa di Jabar ada 5.000-an, tentulah jumlah (MPUS) ini tidak cukup. Namun, dalam lima tahun kami ingin perbanyak sehingga nanti tidak ada lagi desa-desa yang tidak terlayani, karena negara membawa layanan kepada masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan ini," tuturnya.

Selain mengembangkan inovasi untuk mendekatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat, Ridwan menambahkan, Pemprov Jabar juga terus membangun dan memperbanyak fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit (RS). Di antaranya, kata dia, ialah wacana pembangunan RS Hasan Sadikin yang baru di Jatinangor.

Dalam sepekan ke depan, Ridwan berharap, MPUS sudah selesai disempurakan, sehingga dapat langsung dioperasikan. Kelak MPUS dapat digunakan untuk pemeriksaan, tindakan, maupun konsultasi kesehatan. "Mobil yang pertama ini, saya minta banyak bergerak di KBB dulu," ujarnya.

Biaya Satu MPUS Rp 1,5 M

Menurut Ketua Panitia Peluncuran MPUS Siska Gerfianti, pembangunan satu unit MPUS memerlukan biaya sekitar Rp 1,5 miliar. Mobil tersebut, kata dia, dihadirkan dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Ditanya soal biaya operasionalnya, dia mengaku baru akan memikirkannya kemudian.

"Mobil ini sudah jadi, tapi peralatan di dalamnya belum fixed, karena memang ini berbeda dengan prototipe Bandros yang simple. Kami perkirakan waktu itu pembuatannya 6-7 minggu, ternyata ada beberapa kendala karena kami simpan berbagai alat kesehatan. Mobil ini kami bawa lagi ke bengkel, semoga minggu depan sudah mulai running," katanya.***

 

Bagikan: