Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Sedikit awan, 21.7 ° C

Menteri Sosial: Pengguna Narkotika di Kabupaten Bandung Sudah Mencapai 28 Ribu Orang

Ecep Sukirman
MENTERI Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan, ada 28 ribu pengguna narkoba di Kabupaten Bandung. Ia mengatakannya di sela-sela kunjungan kerjanya ke Pondok Pesantren Al Ittifaq Kampung Ciburial, Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jumat, 12 April 2019.*/ECEP SUKIRMAN/PR
MENTERI Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan, ada 28 ribu pengguna narkoba di Kabupaten Bandung. Ia mengatakannya di sela-sela kunjungan kerjanya ke Pondok Pesantren Al Ittifaq Kampung Ciburial, Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jumat, 12 April 2019.*/ECEP SUKIRMAN/PR

SOREANG, (PR).- Jumlah pengguna narkotika di wilayah Kabupaten Bandung sudah mencapai 28 ribu orang. Jumlah tersebut sangat tinggi sehingga harus menjadi perhatian serius semua pihak, baik pemerintah maupun elemen masyarakat untuk menangani penyalahgunaan narkotika.

Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan itu di sela-sela kunjungan kerjanya di Pondok Pesantren Al Ittifaq Kampung Ciburial, Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jumat, 12 April 2019. Agus juga mengatakan, untuk keseluruhan Jawa Barat, jumlah pengguna narkotika mencapai 646 ribu orang dan jumlah pecandu narkotika di Indonesia mencapai 16 ribu orang.

“Itu data statistik yang kami (Kementerian Sosial RI) peroleh. Peredaran narkotika ini menjadi hal serius yang harus kita perangi bersama. Kita harus turut andil dalam melindungi  generasi bangsa yang sangat rawan untuk dipengaruhi hal-hal negatif, termasuk penggunaan narkotika,” ungkap Agus.

Akibat masih tingginya penyalahgunaan narkotika itu, ungkap Agus, setiap tahunnya negara turut dirugikan rata-rata sekitar Rp70 triliun lebih. Oleh sebab itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah saat ini gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai dampak penyakit yang ditimbulkan akibat mengonsumsi narkotika. Pemerintah juga turut melibatkan pondok pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan yang diperkuat oleh tokoh agama.

Dijelaskan dia, jika dalam sebuah masyarakat ada warganya yang diketahui menggunakan narkotika, maka warga sekitar hendaknya tidak mengucilkan pengguna tersebut. Justru, kata dia, pengguna narkotika itu harus dibantu masyarakat lainnya melalui rehabilitasi pengguna narkotika.

“Mereka (pengguna narkotika) hanya menjadi korban, jangan diisolasikan. Kita harus bantu agar mereka ini menjadi bersih dari narkotika dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat dan negara. Kita ada anggaran untuk program rehabilitasi ini. Yang harus kita perangi itu adalah pengedar dan mafia narkotika,” kata dia.

ILUSTRASI peredaran narkoba.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

Pemkab Bandung terkejut

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan Pemerintah Kabupaten Bandung, Marlan, mengaku terkejut dengan data pengguna narkotika di Kabupaten Bandung yang dikemukakan Menteri Sosial. Bahkan, Marlan juga akan mengklarifikasi terlebih dahulu mengenai validasi data tersebut.

“Itu data yang dimiliki Kemensos RI mungkin, ya? Kita akan klarifikasi dulu dengan beberapa perangkat daerah lainnya. Setiap tahunnya, Pemerintah Kabupaten Bandung melakukan berbagai program kegiatan untuk penanggulangan masalah narkotika ini, baik yang ada di Dinas Sosial atau pun di dinas lainnya,” kata Marlan.

Ia mengatakan, dalam penanggulangan penyalahgunaan narkotika ini, Pemkab Bandung telah menjalin kerja sama dengan beberapa forum kemasyarakatan seperti Forum Anak melalui Kelompok Genre Kabupaten Bandung yang secara masif melakukan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkotika di setiap kecamatan di Kabupaten Bandung.

“Untuk upaya rehabilitasi pengguna narkotika ini, kita juga ada fasilitas di Bumi Kaheman. Jadi, di fasilitas itu bukan sekedar menangani orang dengan gangguan jiwa saja. Upaya rehabilitasi lainnya ada di Pondok Pesantren Baitul Arqom, ada pola pengobatan untuk para pengguna narkotika agar kembali sembuh,” ujar dia.***

Bagikan: