Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Sebagian berawan, 24.9 ° C

Pemprov Jawa Barat Akan Kirim Ulama Muda ke Inggris

Novianti Nurulliah
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil berjabat tangan dengan salah seorang ulama peserta English for Ulama (EFU) dan bersanding dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Muazzam Malik, di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis, 11 April 2019.*/DOK. HUMAS JABAR
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil berjabat tangan dengan salah seorang ulama peserta English for Ulama (EFU) dan bersanding dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Muazzam Malik, di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis, 11 April 2019.*/DOK. HUMAS JABAR

BANDUNG,(PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengirimkan beberapa ulama Jabar terpilih untuk menerapkan penggunaan Bahasa Inggris untuk berdakwah di Eropa. Hal itu sebagai tindak lanjut program English for Ulama (EFU) tahap satu yang diselenggarakan Pemprov Jabar bekerja sama dengan Kedutaan Besar Inggris di Indonesia dan juga British Council yang telah berlangsung pada 28 Maret-1 April 2019 dan diikuti 30 ulama terpilih yang telah lolos seleksi dari 265 pendaftar.

"Sesuai dengan tujuannya yaitu membawa pesan islam yang damai kedunia, karena sudah lulus, kita sedang menghitung dan mengkaji bersama pak dubes dan British Council dalam 3-6 bulan sebagian dari mereka kita kirim ke Inggris untuk memulai proses yang kita cita-citakan yaitu mendialogkan wajah islam yang damai khusunya Islam di Indonesia, khususnya Jabar yang damai ke Eropa melalui Inggris sehingga ujungnya tidak ada miskomunikasi yang terjadi adalah kesepahaman yang membuat tidak ada lagi buruk sangka dan anak cucu kita Insya Allah hidup di dunia lebih damai tanpa prasangka," ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada wartawan di Gedung Sate usai menutup program EFU, Kamis, 11 April 2019.

Selain itu, kata Ridwan para lulusan pun dimotivasi untuk menyelenggarakan hal yang sama di daerah masing-masing, yaitu pelatihan dakwah dengan bahasa Inggris. "Nanti kita dukung sehingga lama-lama menyebar dan nanti jadi budaya. Bahwa ulama di Jabar punya skill tambahan berbahasa Inggris," ujar dia.

Setelah pelatihan EFU tersebut, Ridwan pun meminta ke 30 ulama muda tersebut mulai dakwah digital. Ridwan meminta mereka membuat akun di channel Youtube kemudian kontennya dakwah dengan menggunakan Bahasa Inggris yang direkam denga kualias yang baik sehingga pesannya sampai ke seluruh dunia. "Ini investasi," kata dia.

Lebih jauh, Ridwan menuturkan, program EFU akan berkelanjutan. Dalam setahun akan ada empat kali pelatihan EFU. Pihaknya pun memastikan selain EFU ada beberapa program pelatihan bahasa Inggris untuk kalangan lainnya. "Ya ini banyak kan pak dubes ini punya program English for Indonesia, tapi grupnya kita spesifikkan nanti ada grupnya ulama, birokrat dan lainnya," ujar dia.

Di tempat yang sama Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Timor Leste dan Asean Moazzam Malik mengatakan, EFU merupakan program strategis di dunia yang saling terhubung. Dari segi pemerintah Inggris pihaknya berharap Indonesia memainkan peran yang penting di panggung dunia. Salah satu bidang yang penting adalah perdamaian dunia, khusunya untuk memastikan hubungan antara agama agama. 

"Jadi selama saya di Indonesia saya terinspirasi bahwa Indonesia bisa menjadi contoh umat muslim di seluruh dunia dan juga untuk umat non muslim seluruh dunia. Tapi harus waspada ada tantangan di Indonesia harus bekerja keras untuk menjaga hak-hak minoritas dalam negeri ini. Tapi saya kira dibanding negara lain Indonesia lebih berhasil untuk menjaga keragaman dan pluralisme," ucap dia. 

Melalui program EFU, sambung Moazzam, pihaknya pun berharap Indonesia akan menjadi lebih berani untuk berbagi pengalaman dengan masyarakat dan umat muslim di Inggris dan umat muslim seluruh dunia. "Saya senang bekerja sama dengan Kang Emil dan Pemprov Jabar saya kira ini bisa menginspirasi provinsi lain," ucap dia.

Dia menambahkan, saat kini Bahasa Inggris jadi keperluan untuk perekonomian yang modern jadi untuk daya saing, kefasihan bahasa Inggris sangat penting. Jadi Indonesia bisa bersaing di bidang bisnis atau mempromosikan kekayaan budaya atau untuk mengambil pengetahuan yang baru dari universitas-universitas terbaik karena di masa sekarang dari 100 universitas terbaik di dunia, 95 di antaranya menggunakan Bahasa Inggris dan ini merupakan keperluan modern.***

Bagikan: