Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Badai petir, 28 ° C

Dua Pengedar Kokain di Kabupaten Bogor Terancam Hukuman Mati

Mochammad Iqbal Maulud
Narkoba/REUTERS
Narkoba/REUTERS

BANDUNG, (PR).- Dua orang pria terancam hukuman mati karena kedapatan memiliki narkotika golongan I berjenis kokain. Barang itu diduga kuat didapatkan dari jaringan internasional peredaran narkotika.

Penangkapan dua tersangka narkoba atas nama AS dan YA sudah dilakukan di Desa Karanggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Sabtu, 30 Maret 2019. Penangkapan bermula dari laporan mengenai adanya peredaran narkoba di wilayah itu.

"Keduanya ditangkap di lokasi berbeda namun masih satu desa dan kecamatan. AS ditangkap di kediamannya di RT 02, RW 03, lokasi tersebut (Desa Karanggan). Sedangkan YA ditangkap di sekitaran pom bensin Gunung Putri," kata Direktur Reserse Narkoba, Polda Jabar, Komisaris Besar, Enggar Pareanom, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, pada Rabu, 10 April 2019.

Berdasarkan laporan itu, Polda Jabar melakukan penyelidikan. Mulanya, narkoba yang beredar di sana diduga adalah jenis putaw.

"Ternyata yang didapatkan adalah kokain yang merupakan salah satu narkotika jenis paling berbahaya yang setara dengan heroin. Putaw yang dulu sempat banyak beredar di Indonesia itu hanya ampas yang diambil dari kokain," katanya.

ILUSTRASI peredaran narkoba.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

Jaringan yang rapih sehingga sulit dideteksi

Enggar menyatakan, saat AS ditangkap, ia mengaku mendapatkan barang tersebut dari YA. Saat ditangkap, AS sedang membawa dua paket kokain seberat 19.77 gram. Narkoba jenis kokain itu amat langka ada di Indonesia.

"Jadi AS mengatakan, YA mendapatkan barang haram tersebut dari kawasan Cengkareng pada Kamis, 28 Maret 2019 lalu. Tetapi, jaringan ini sangat rapih sehingga tidak mudah terdeteksi, bahkan masih ada satu DPO yang masih kita cari terkait jaringan ini," katanya.

Satu orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) adalah seorang perempuan yang masih dicari keberadaannya. Perempuan bernama Priscilla Stephanie itu diduga menjadi orang penting pada peredaran narkoba jenis kokain yang berbahaya ini.

Melalui proses penangkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Selain sebuah plastik berisi kokain dengan berat 19.77 gram didapatkan juga tiga barang bukti lainnya. Barang bukti tersebut adalah tiga buah telepon seluler dengan merk Oppo, Jeep, dan Black Feu.

Akibat perbuatannya tersebut baik AS maupun YA melanggar Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Sementara, pasal yang dilanggar adalah pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 dengan ancaman maksimal hukuman mati. 

Oleh karena itu, Enggar berharap kasus ini bisa diselesaikan secara utuh, karena peredaran kokain ini akan bisa merusak generasi muda. Kokain merupakan narkoba yang mematikan dan dipastikan akan bisa membunuh penggunanya secara perlahan.***

Bagikan: