Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Sedikit awan, 25.8 ° C

Jadi Sasaran Kampanye Caleg, Warga Kampung Adat Cireundeu Cuek dengan Janji Politik

Ririn Nur Febriani
PAPAN nama Kampung Adat Cireundeu, Cimahi.*/PRFM
PAPAN nama Kampung Adat Cireundeu, Cimahi.*/PRFM

CIMAHI, (PR).- Kampung Adat Cireundeu tak luput jadi sasaran kampanye calon anggota legislatif pada Pemilu 2019. Para Caleg berdatangan menawarkan janji surga kepada warga adat selama masa kampanye. Namun, masyarakat tak begitu mengenal para Caleg tersebut karena datang hanya saat butuh suara. 

"Seperti pemilu sebelumnya, para Caleg memang pada datang ke sini. Kan lagi ada butuhnya biar dipilih," ujar Ais Pangampih Kampung Adat Cireundeu, Abah Widi di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Rabu 10 April 2019.

Diakuinya, selama masa kampanye Pemilu 2019 sudah ada sekitar 10 orang Caleg yang datang ke Kampung Adat Cireundeu. Di kampung tersebut, terdapat sekitar 600 pemilih yang tersebar di tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) RW 10 Kelurahan Leuwigajah. "Yang kenal dan tahu nama paling hanya satu-dua, lainnya baru lihat saat itu, soalnya kebanyakan datang kesini tanpa pemberitahuan. Kalau Pilpres mah jelas tahu siapa saja (kandidatnya) dan kayaknya warga sudah pada punya pilihan," kata Abah Widi.

Secara umum, lanjut dia, warga adat mempersilahkan bagi para kontestan Pemilu untuk datang mempromosikan diri dengan berbagai gagasan, kreativitas dan janji masing-masing. Meskipun, kata Abah Widi, janjinya dinilai sangat kecil untuk terealisasi. "Iya silakan saja, istilahnya dagang obat yang pinter. Meskipun kalau ke sini karena ada kepentingan saja, entah kapan janjinya juga ditepati," ucapnya.

Meski sudah didatangi peserta Pemilu ke wilayah Cireundeu, Abah Widi menegaskan tidak ada arahan khusus atau penekanan bagi warga untuk menjatuhkan pilihan. Setiap warga bebas memilih siapa saja yang dikehendakinya. "Kalau di sini dari dulu enggak bisa kalau harus diarahkan. Bebas saja, pilihan ada di hati masyarakat," ucapnya.

Soal informasi seputar pelaksanaan Pemilu, Abah Widi menyebut, Kampung Adat Cireundeu sudah didatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi untuk sosialisasi. Namun menurutnya, sistem pemilihan serentak seperti tahun ini sangat rumit. Dirinya merasa ragu apakah warga memahami tata cara pencoblosan, terutama para lansia. Apalagi karena ada lima surat suara yang harus dicoblos dan tiga di antaranya hanya mencantumkan nama tanpa foto calon.

“Warga kan tahunya Caleg dari baliho di pinggir jalan, ternyata di kertas tidak ada fotonya. Belum lagi kertasnya besar dan beda-beda," ucapnya.

Meski demikian, Abah Widi mengingatkan agar warga adat menyalurkan hak pilihnya. "Pokoknya jangan sampai Golput, meskipun Pemilu sekarang ribet, surat suaranya banyak, tapi harus gunakan hak suara untuk memilih. Saya harapkan partisipasi masyarakat di sini sampai 100%," tuturnya.***

Bagikan: