Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Langit umumnya cerah, 18 ° C

Banyak Pembuat Kue, Kebutuhan Telur di Bandung Tembus 240 Ton per Hari Saat Ramadan

Muhammad Fikry Mauludy
PEDAGANG telur ayam.*/DOK PIKIRAN RAKYAT
PEDAGANG telur ayam.*/DOK PIKIRAN RAKYAT

BANDUNG, (PR).- Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kota Bandung tengah bersiap mengantisipasi kebutuhan pangan menjelang Ramadan. Pemerintah Kota Bandung berupaya mengamankan ketersediaan pangan, terutama telur, daging ayam, dan daging sapi agar tidak terjadi lonjakan harga.

“Jangan panic buying. Kita harus bijak saat berbelanja. Belilah sesuai kebutuhan, bukan keinginan,” tutur Sekretaris Dewan Ketahanan Pangan Kota Bandung, Elly Wasliah di Bandung, Rabu 10 April 2019. Elly yang juga Plt. Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung itu menambahkan, setiap menjelang Ramadan dan Idulfitri ketiga komoditas tersebut meningkat permintaannya.

Ia menyontohkan, dalam kondisi normal kebutuhan telur Kota Bandung adalah 120 ton per hari. Kebutuhan tersebut 70% dipasok dari Blitar, Jawa Timur, sedangkan 30% sisanya diperoleh dari kawasan Priangan Timur.

Maka, pihaknya telah datang ke Blitar untuk menjalin kesepakatan dengan pemerintah setempat. Pemkot Bandung meminta pemenuhan pasokan telur, terutama menjelang Ramadan dan lebaran yang kebutuhannya bisa sampai dua kali lipat. “Diperkirakan Kota Bandung butuh 240-250 ton telur (per hari) menjelang Ramadan, karena Kota Bandung itu banyak produsen kuenya, baik kue basah maupun kue kering,” ujarnya.

Peningkatan kebutuhan juga terjadi pada daging sapi. Normalnya, Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Bandung menyembelih 80 ekor sapi per hari. Namun menjelang Ramadan dan Idulfitri, jumlah permintaan daging sapi meningkat tajam. Pada H-7 Ramadan tahun lalu, RPH Kota Bandung memotong 400 ekor sapi dalam semalam. Sedangkan pada H-7 Idulfitri, permintaan daging sapi bisa melonjak sampai 700 ekor dalam sehari.

Dispangtan Kota Bandung mencatat, Kota Bandung membutuhkan 33.000 ekor sapi dalam setahun. Kebutuhan tersebut 97% dipenuhi dengan sapi impor karena produsen sapi lokal hanya mampu berkontribusi 3%.

“Untuk menyikapi itu maka kami akan meminta kepada para para pengusaha sapi potong untuk meningkatkan pasokannya. Karena manakala pasokan tidak meningkat, konsekuensinya harga daging sapi di Kota Bandung mengalami lonjakan,” kata Elly, yang kini menjabat kepala Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung itu.

Di sisi lain, pengamanan pasokan daging ayam juga menjadi perhatian. Elly mengaku terus berkoordinasi dengan para produsen daging ayam di Priangan Timur, khususnya Kabupatan Ciamis. “Dalam kondisi normal, kita butuh daging ayam sekitar 600.000 ekor per hari. Menjelang Ramadan, bisa sampai 900.000 ekor. Sehingga kami akan berkoordinasi dengan daerah pemasok,” ujar Elly.***

Bagikan: