Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sedikit awan, 25.1 ° C

Pasar-pasar Tradisional Butuh Revitalisasi

Muhammad Fikry Mauludy
PASAR Tradisional.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
PASAR Tradisional.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Kota Bandung mendorong PD Pasar Bermartabat Kota Bandung untuk merevitalisasi pasar tradisional dengan skema pembiayaan dari pengembangan aset. Pemerintah Kota Bandung sebagai pemilik PD Pasar berharap munculnya inovasi, lebih produktif, dan bisa memberikan kontribusi terhadap PAD Kota Bandung.

“Karena PD Pasar kan punya 37 pasar tradisional. Belum yang lainnya seperti Pasar Baru, Kebonkalapa, Palasari, dan banyak lagi. Dan itu rata-rata lokasinya prime, ya, lokasi yang punya nilai ekonomis tinggi,” kata Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, seusai mengunjungi Pasar Leuwipanjang, Senin, 8 April 2019.

Dalam rapat kerja PD Pasar minggu kemarin, ia dan Wali Kota Bandung Oded M. Danial mendorong PD Pasar untuk tidak hanya fokus pada keuntungan dari retribusi pedagang. Untuk bisa memberikan pelayanan maksimal bagi pedagang, pengembangan pasar juga harus ditingkatkan.

Meski begitu, jumlah pasar tradisional yang harus direvitalisasi tidak mungkin dipenuhi penyertaan modal dari APBD Kota Bandung. Kerja sama dengan pihak swasta bisa membuka keran baru bagi kenyamanan pedagang dan pembeli, sekaligus penerimaan pendapatan bagi pemkot.

“Karena kan enggak mungkin, APBD tidak punya modal, PD Pasar pasti terbatas, harus berkolaborasi dengan pihak lain. Selama menguntungkan Pemerintah Kota Bandung, menguntungkan investor, dan menguntungkan pedagang. Prinsip vital pasar tradisionalnya terjaga,” ujarnya.

Dari kunjungan itu, ia menilai Pasar Leuwipanjang butuh revitalisasi. Pasar itu terkesan sumpek serta tidak lahan parkir. Dengan revitalisasi, infrastruktur seperti lahan parkir, penataan kios-kios, alur pembeli, serta zonasi perdagangannya akan dipenuhi.

Jika dilihat dari potensi, lokasi Pasar Leuwipanjang tergolong strategis untuk dijadikan kawasan komersial. Dengan revitalisasi, ia berharap semua pedagang harus masuk lagi dengan harga yang ringan, asil subsidi dari area komersial.

“Pedagang lama basah dan kering ini bisa kita kasih setengah harga, atau keringanan, sehingga pasti mereka harus bisa ditampung lagi masuk ke situ. Nah, uang itu kan bisa didapat dari pemasukan sektor komersial, sejenis apartemen atau hunian,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Pjs Direktur Utama PD Pasar Bermartabat Kota Bandung Andri Salman mengatakan, sejumlah investor sudah tertarik merevitalisasi pasar tradisional yang dilengkapi sarana hotel serta apartemen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), ASN, TNI, dan Polri, dengan nilai investasi berkisar Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun lebih.

PD Pasar diberi target oleh Pemkot Bandung untuk merevitalisasi dan merehabilitasi sejumlah pasar tradisional. Ada 11 pasar yang terpilih ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung 2019-2023. Andri mengatakan, saat ini sejumlah investor sudah tertarik untuk ikut lelang.

Para investor berminat untuk revitalisasi sekaligus pengembangan kawasan di Pasar Simpang Dago dengan luas lahan 1.3 hektare, Pasar Sederhana 1 hektare, Pasar Astananyar 1.5 hektare, Pasar Palasari 2.1 hektare, Pasar Wastukancana 4 ribu meter persegi, serta Pasar Kordon.

“Mudah-mudahan bisa dimulai tahun ini,” ujar Andri.***

Bagikan: