Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Langit umumnya cerah, 17.2 ° C

Bangun Enam Pasar, Bandung Barat Cari Dana Rp 178 Miliar

Cecep Wijaya Sari
PASAR buah Lembang.*/HENDRO HUSODO/PR
PASAR buah Lembang.*/HENDRO HUSODO/PR

NGAMPRAH, (PR).- Pembangunan enam pasar tradisional di Kabupaten Bandung Barat diperkirakan membutuhkan dana Rp 178 miliar. Dana tersebut akan diupayakan dari bantuan pusat dan provinsi.

"Kalau mengandalkan APBD kabupaten, itu tidak memungkinkan. Sebab rencananya, pembangunan bisa dikerjakan pada 2020-2021," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Maman Sulaeman, Selasa 9 April 2019.

Keenam pasar tradisional tersebut rencananya akan dibangun di enam kecamatan yakni Cikalongwetan, Cipeundeuy, Cisarua, Sindangkerta, Gununghalu, dan Rongga. Tahun ini, pemerintah daerah fokus menyelesaikan detail engineering design (DED) pembangunan pasar.

Menurut Maman, pasar tersebut rencananya dibangun satu areal dengan kantor kecamatan, masjid, taman, dan alun-alun sebagai pusat keramaian. Sementara itu, bangunan pasar akan dibuat dua lantai dengan konsep semimodern. Konsep tersebut diharapkan bisa menghilangkan kesan kumuh dan kotor yang selama ini melekat pada pasar tradisional.“Pembangunan pasar ini juga merupakan pembangunan infrastruktur di bidang ekonomi sehingga penting bagi masyarakat,” katanya.

Selain persiapan DED, Maman menuturkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan beberapa desa untuk penyediaan lahan bagi pembangunan pasar. Sebab, lahan untuk pembangunan pasar harus merupakan aset pemerintah kabupaten. “Persoalan lahan juga harus kami selesaikan karena ada juga tanah milik desa dan ini harus dikerjasamakan dengan desa," katanya.

Meski demikian, beberapa kecamatan seperti Sindangkerta sudah menyediakan lahan seluas 10 hektare untuk pembangunan pasar, masjid, alun-alun dan taman dalam satu areal. Selain itu, di Cisarua ada lahan seluas 1 hektare milik pemerintah kecamatan dan juga di Rongga ada tanah milik kecamatan.

Maman mengungkapkan, pembangunan pasar-pasar tradisional berkonsep semimodern saat ini sudah diterapkan di Pasar Panorama Lembang dan Pasar Batujajar. Dari yang awalnya kumuh, sekarang dua pasar tersebut lebih bersih dan tertata.

Dalam waktu dekat, revitalisasi pasar juga akan dilakukan untuk Pasar Tagog di Padalarang. Targetnya, pasar tersebut bisa dibangun setelah Lebaran atau pada Juni nanti. Saat ini pun, sudah ada beberapa investor yang tertarik menggarap pembangunan pasar dengan nilai investasi sekitar Rp 80 miliar itu.

“Khusus untuk Pasar Tagog ini, kami juga sudah studi komparatif ke Pasar Sindu di Bali. Kondisi pasar di sana menjadi inspirasi juga bagi kami, karena bukan hanya tempatnya yang bersih, tetapi juga manajemennya sangat bagus. Mudah-mudahan bisa diterapkan di Pasar Tagog,” tuturnya.***

Bagikan: