Pikiran Rakyat
USD Jual 14.393,00 Beli 14.093,00 | Umumnya cerah, 27.9 ° C

Perisai Husada, Klinik Bernuansa Sejarah di Kota Bandung

Novianti Nurulliah
PERESMIAN gedung baru Klinik Perisai Husada, klinik di Kota Bandung yang mempertahankan keutuhan bangunan-bangunan bersejarah.*/NOVIANTI NURULLIAH/PR
PERESMIAN gedung baru Klinik Perisai Husada, klinik di Kota Bandung yang mempertahankan keutuhan bangunan-bangunan bersejarah.*/NOVIANTI NURULLIAH/PR

BANDUNG,(PR).- Tingginya kebutuhan atas pelayanan kesehatan subspesialis di Bandung, tak membuat Klinik Perisai Husada, salah satu klinik swasta di Kota Bandung memugar bangunan Belanda yang termasuk heritage di Kota Bandung. Pihak klinik tetap mempertahankan bangunan heritage tersebut dengan membangun gedung baru tidak jauh dari bangunan inti peninggalan Belanda tersebut.

Klinik yang menempati bangunan artdeco sejak 2006 lalu itu memanfaatkan bangunan di Jalan Halmahera 8 yang sebelumnya merupakan gedung cavaleri Belanda yang pembangunannya dilanjutkan oleh Kodam Siliwangi sebagai poliklinik mereka. Adapun awal mula berdirinya bangunan tersebut adalah pada tahun 1915 ketika Belanda ingin memindahkan pusat pemerintahan ke Kota Bandung. 

Direktur Utama Klinik Perisai Husada, dr Muhammad Faisal Siregar mengatakan, jumlah dokter dan pasien yang terus bertambah membuat kliniknya harus menambah bangunan. Namun merobohkan gedung bersejarah untuk membangun gedung baru dengan kapasitas lebih banyak, tidak mereka dilakukan. Penghargaan terhadap sejarah menjadi salah satu alasannya.

"Jadi ini sebuah rangkaian sejak 2014 dan ditindaklanjuti dengan peletakan batu pertama pada bulan Oktober 2017 lalu. Kemudian tanggal 6 April 2019, hari ini, kami mengadakan launching gedung baru ini," ucap dia ketika ditemui di kantornya, Jalan Halmahera, Kota Bandung, Sabtu 6 April 2019.

Yang menjadi menarik, lanjut dia, meski gedung ini kental dengan konsep dan teknologi modern, tapi tetap mengandung sisi vintage. Dalam artian tetap mempertahan konsep arsitek artdeco, konsep arsitek zaman dulu. Ini agar gedung baru senada dengan bangunan inti yang memang asli buatan pemerintah kolonial.

"Karena memang gedung lama yang ada di Perisai Husada itu adalah gedung heritage dan peninggalan Belanda. Sehingga beberapa ide-ide dan arsitekturnya masih kami pertahankan. Di gedung baru pun kami selipkan," ucap dia.

Ke depan, kata dia, pembangunan akan berlanjut. Dalam jangka 5 tahun kedepan, pihaknya akan membangun 2 Gedung lagi. "Semoga pelayanan-pelayanan kami bisa diterima oleh seluruh masyarakat khususnya pasien," ujar dia. (Arman/magang)***

Bagikan: