Pikiran Rakyat
USD Jual 14.616,00 Beli 14.316,00 | Cerah berawan, 26.4 ° C

Panser Anoa Buatan Pindad Makin Mendunia

Novianti Nurulliah
MENTERi  Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno saat meresmikan  Monumen Panser di Taman Cibeunying Kota Bandung, Sabtu 6 April 2019.*/ADE BAYU INDRA/PR
MENTERi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno saat meresmikan Monumen Panser di Taman Cibeunying Kota Bandung, Sabtu 6 April 2019.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG,(PR).- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno menilai PT Pindad (Persero) mengalami peningkatan produktivitas peralatan pertahanan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri terutama untuk TNI. Ke depan, pemerintah pun yakin Indonesia akan menjadi salah satu pelaku produksi alat pertahanan yang diakui dunia.

Hal itu diungkapkan Rini pada perayaan hari jadi ke-36 PT Pindad  di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu 6 April 2019. Hadir Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose, dan juga Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil yang juga meresmikan Monumen Panser di Taman Cibeunying dan peresmian tujuh gedung Produksi Munisi baru.

"Saya sangat bangga karena sekarang Pindad sudah semakin lebih baik. Tadi dengar dari wakasad urusan persenjatan sudah sangat maju dan (panser) Anoa sudah lebih 350 ini digunakan PBB, kemudian proses lanjutan medium tank mudah-mudahan mendunia," kata Rini.

Dia pun bangga terhadap anak-anak muda di Pindad yang sudah berinovasi, sehingga dia pun yakin kelak Indonesia bisa jadi pemain dunia dalam bidang persenjataan atau alat pertahanan.

Diakui Rini saat ini industri pertahanan makin membaik. "Sebentar lagi akan ada penyerahan kapal selam (untuk Korea). Kami diakui (luar negeri), ada kerja sama dengan Korea. Kami diakui mengasemble kapal selam, itu sudah sangat bagus," ujar dia. 

Menurut Rini, hal itu merupakan indikasi industri pertahanan Indonesia semakin membaik. Seperti halnya negara-negara Asean yang saat ini sudah melihat Indonesia untuk membeli alat-alat pertahanan.

Rini pun menambahkan, PT Pindad terus berupaya meningkatkan produksi dengan membangun tujuh gedung baru di Bandung dan Jawa Timur. Sebelumnya PT Pindad belum bisa memenuhi suplai untuk TNI, saat ini sudah bisa memenuhi dan ke depan pihaknya mengharapkan PT Pindad bisa memenuhi kebutuhan untuk Polri juga.

Fasilitas Produksi Munisi Baru yang berlokasi di Pabrik Munisi Pindad di Turen, Kabupaten Malang, merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas dengan banyaknya permintaan produk baik dari pasar domestik maupun pasar internasional. 

Terdapat 7 Fasilitas Produksi Munisi baru yang diresmikan, yaitu Gedung Proses Assembling Munisi Kaliber 5.56 mm, Gedung Proses Pembuatan Komposisi Primer, Gedung Proses Loading Primer, Gedung Proses Tetrazen, Gedung Lapangan Balistik, Gedung Explosion Chamber dan Gedung Lapangan GL dan AGL.

Ribuan peserta

Sementara itu, dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Kementerian BUMN sekaligus HUT BUMN bersama diselenggarakan Fun Walk HUT BUMN 2019 yang sekaligus termasuk dalam rangkaian HUT ke-36 Pindad. Kegiatan diikuti ribuan peserta yang terdiri dari pegawai Pindad beserta keluarga, pegawai BUMN, para milenial BUMN dan masyarakat umum. 

Rute Fun walk juga melewati Taman Cibeunying yang menjadi lokasi peresmian Monumen Panser yang ditandai oleh penandatanganan prasasti oleh Menteri BUMN. Monumen Panser Anoa yang diserahkan Pindad sebagai wujud tanggung jawab sosial sekaligus sebagai simbol kebanggaan untuk warga Jawa Barat, khususnya Kota Bandung sebagai lokasi produsen alutsista buatan dalam negeri ini berada.

“Panser Anoa 6x6 ini merupakan kebanggan dari bangsa Indonesia karena diproduksi di dalam negeri oleh putra-putri bangsa Indonesia, yakni Pindad dan telah teruji kulitasnya karena telah digunakan oleh TNI kita menjaga kedaulatan NKRI dan beroperasi di misi perdamaian PBB di berbagai negara,” ujar Abraham.

Tak hanya itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Pindad, Dahana, Indah Karya, Inti dan Len menyerahkan bantuan sebanyak 21 ribu pohon melambangkan HUT BUMN ke-21 dan secara simbolis dilakukan penandatanganan prasasti Kawasan Konservasi Kamojang oleh Gubernur Jawa Barat.***

Bagikan: