Pikiran Rakyat
USD Jual 14.670,00 Beli 14.370,00 | Umumnya cerah, 24.4 ° C

Metabolit Sekunder Berbahan Air Cucian Beras Ciptakan Tanaman Sehat

Kodar Solihat
PRODUKSI mandiri pestisida nabati cair metabolit sekunder berbahan baku air cucian beras bagus untuk pertumbuhan tanaman yang sehat.*/KODAR SOLIHAT/PR
PRODUKSI mandiri pestisida nabati cair metabolit sekunder berbahan baku air cucian beras bagus untuk pertumbuhan tanaman yang sehat.*/KODAR SOLIHAT/PR

BANDUNG, (PR).- Pengembangan urban farming berpola ramah lingkungan dirintis pada 15 kecamatan di Kota Bandung, sebagai salah satu upaya menciptakan pola hidup sehat bagi masyarakat. Pengembangannya dilakukan secara kemitraan oleh Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kota Bandung dengan dukungan Balai Perlindungan Perkebunan (BPP) Pasirjati Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat.

Sebagai langkah awal, dilakukan pelatihan terhadap 15 orang anggota KTNA dan penyuluh yang dilakukan oleh BPP Pasirjati, di kantor BPP Pasirjati, Ujungberung, Bandung, Jumat 5 April 2019). Pola yang diterapkan oleh BPP Pasirjati, adalah sosialisasi dan penerapan pengendalian hama terpadu (PHT) pola organik menggunakan pestisida cair nabati metabolit sekunder.

Pelatihan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Dody Firman Nugraha dan Kepala BPP Pasirjati, Dede Wahyu, dimana ke-15 anggota KTNA Kota Bandung dan penyuluh tersebut diberikan pula pelatihan cara pembuatan metabolit sekunder secara mandiri. Ada pun ke-15 anggota KTNA dan penyuluh tersebut mewakili masing-masing dari 15 kecamatan dari Kota Bandung, untuk kemudian mensosialisasikan lalu mengembangkan aplikasinya di tempat masing-masing bagi urban farming, baik pada fasilitas lingkungan, pekarangan rumah, dll.

Pelatihan pembuatan metabolit sekunder bagi anggota KTNA Kota Bandung tersebut, sekaligus menunjukan dimana peran BPP Pasirjati masih tetap optimal dalam melayani masyarakat. Walau pun kondisi sebagian bangunan dan sarana di BPP Pasirjati masih sibuk diperbaiki akibat limpasan air banjir, namun pelayanan kepada masyarakat masih tetap berjalan normal. 

Diketahui, pembuatan metabolit sekunder menggunakan sejumlah bahan baku dari bahan-bahan yang ada di lingkungan sehari-hari, misalnya bekas air cucian beras, air kelapa, keringat ayam, dll. Metabolit sekunder diketahui ampuh untuk menciptakan tanaman menjadi sehat, dan mengoptimalkan produktivitas tanaman. 

Produk yang sehat

Ketua KTNA Kota Bandung, Asep Tristian, mengatakan, diperolehnya pelatihan tersebut memang inisiatif pihaknya untuk mengajukan kepada BPP Pasirjati. Dasarnya, bahwa pembuatan dan manfaat metabolit sekunder kini sudah diketahui cukup luas oleh kalangan masyarakat, dimana KTNA Kota Bandung mencoba memanfaatkan untuk pengembangan dan penguatan urban farming di Kota Bandung melalui citra ramah lingkungan dan keamanan pangan.

“Intinya, melalui pelatihan yang diperoleh dari BPP Pasirjati ini, kami ingin menciptakan urban farming yang menciptakan produk-produk pangan yang sehat untuk dikonsumsi masyarakat. Cara ini juga  sekaligus mendukung minat masyarakat perkotaaan terhadap dunia petanian. yang bagus diarahkan kepada pertanian ramah lingkungan,” ujarnya.

Disebutkan, walau kini urban farming di Kota Bandung umumnya masih mengusahakan komoditas sayuran, namun ada keinginan juga dikembangkan untuk tanaman tahunan jenis perkebunan, misalnya kopi. Apalagi di Cilengkrang, Mandalajati, dan Cibiru,  diketahui ada 60 hektare lahan yang sudah dibeli oleh Pemkot Bandung untuk dijadikan kawasan pertanian.

Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat, Dody Firman Nugraha, mengatakan, mengapresiasi dan sangat pendukung apa yang dilakukan KTNA Kota Bandung ini. Melalui pola pengendalian hama terpadu (PHT), khususnya cara organik atau ramah lingkungan melalui pestisida nabati metabolit sekunder ini, berharap urban farming di Kota Bandung menjadi bernilai tambah, karena mampu mengajak masyarakat dapat berpola hidup sehat.

Kepala BPP Pasirjati, Dede Wahyu mengatakan, pengendalian hama terpadu menggunakan pestisida nabati dimana bahan-bahan organik juga sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. 

Penggunaan pestisida nabati metabolit sekunder mampu memperbaiki sejumlah tanaman tahunan yang sudah sakit, menjadi profuktif kembali secara bagus. ***

Bagikan: