Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 25.2 ° C

Luhut Tegaskan Perekonomian Indonesia Membaik

Novianti Nurulliah
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pidato pembuka saat diskusi nasional di gedung Konferensi Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 5 April 2019. Diskusi nasional yang digelar oleh Alumni Unpar tersebut mengangkat tema HIConnect-Insights Ïndonesia 2045: Berdaulat, Maju, dan Berpengaruh Pada Tataran Global.*/ANTARA
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pidato pembuka saat diskusi nasional di gedung Konferensi Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 5 April 2019. Diskusi nasional yang digelar oleh Alumni Unpar tersebut mengangkat tema HIConnect-Insights Ïndonesia 2045: Berdaulat, Maju, dan Berpengaruh Pada Tataran Global.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan memastikan kondisi ekonomi Indonesia secara umum bagus terlepas dengan jumlah utang yang membebani Indonesia saat ini.

Seperti yang diberitakan media, catatan Kementerian Keuangan utang pemerintah hingga Januari 2019 mencapai Rp 4.498,56 triliun dengan rasio utang terhadap PDB mencapai 30,1%.

Melansir buku APBN Kita, Rabu, 20 Februari 2019, total utang pemerintah pusat itu lebih tinggi dibandingkan posisi Januari 2018 sebesar Rp 3.958,66 triliun, atau bertambah Rp 539 triliun. Jika dibandingkan dengan posisi Desember 2018 utang itu naik Rp 80,2 triliun dari sebelumnya Rp 4.418,30 triliun.

"Semua membuat prediksi ekonomi Indonesia bagus. Jadi kalau ada orang kita yang cerita hutang kita berlebihan segala macem itu sangat tidak benar," ujar Luhut usai menjadi pembicara dalam Diskusi Nasioal Indonesia 2045 Berdaulat, Maju dan Berpengaruh pada Tataran Global yang diselenggarakan oleh Hubungan Internasional  Universitas Katholik Parahyangan di Gedung Konferensi Asia Afrika, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat, 5 April 2019.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi di Indonesia ditunjang dengan pembangunan infrastruktur yang saat ini tengah digalakan oleh pemerintah Joko Widodo. "Tanpa pembangunan infrastruktur ekonomi kita akan goyah," kata dia.

Menurut Luhut, pembangunan infrastruktur di era Joko Widodo menumbuhkan lapangan kerja. Di kelas menengah meningkat hingga 55 juta orang yang tersebar paling banyak di Jawa dan Sumatera.

"Di Timur mulai juga seperti daerah Morowali contohnya. Di sana bisa punya income perkapita Tahun 2022 30 sampai 35ribu dolar, lebih tinggi dari rata-rata nasional karena apa? dia sekarang lapangan kerja di sana sangat bagus," ujar dia.

Kondisi perekonomian Indonesia saat ini, kata dia, tergantung kaum milenial. "Kalau kalian hatinya ndak bagus berpikir busuk aja seperti yang banyak sekarang ditularkan oleh intelektual kita, itu enggak akan bisa tercapai. Jadi kalau mau Indonesia ini bagus kita harus kompak, bahwa kita boleh kritik, yaitu yang konstruktif untuk membangun, jangan kritik-kritik kampungan," tutur dia.

Dia menambahkan, berdasarkan data ekonom makro ekonomi dengan data-datanya, tidak ada sama sekali yang menunjukkan bahwa perekenomian Indonesia jelek. "Tapi bahwa kita masih kurang disana sini memang enggak kan pernah cukup, enggak akan pernah sempurna," ucap dia.***

Bagikan: