Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Atasi Banjir Kabupaten Bandung, Akan Dibangun Kolam Retensi Tambahan

Novianti Nurulliah
KEBERADAAN kolam retensi Cieuteung baru bisa mengatasi sebagian wilayah yang selama ini dilanda banjir.*/DOK. PR
KEBERADAAN kolam retensi Cieuteung baru bisa mengatasi sebagian wilayah yang selama ini dilanda banjir.*/DOK. PR

BANDUNG,(PR).- Balai Besar Wilayah Sungai Citarum tengah menyiapkan pembangunan kolam retensi tambahan di kawasan Kabupaten Bandung. Kolam retensi tersebut lokasinya tidak jauh dari kolam retensi Cieunteung Baleendah.Hal itu merupakan upaya BBWS dalam mengurangi genangan air di kawasan DAS Citarum, khususnya di Kabupaten Bandung.

Kepala Bidang Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWS Citarum, Suwarno mengatakan, pihaknya akan membuat satu lagi kolam retensi di Keluarahan Andir Baleendah, tepatnya di daerah Kampung Sungai Ciputat. BBWS Citarum akan membuat kolam retensi seluas 4,85 hektere dengan kedalaman 4-5 meter.

"Kami akan buat kolam retensi mirip dengan kolam retensi di Cieuteun. Dana tahun ini sudah tersedia sedang diproses di DJA (direktorat jenderal anggaran kementrian keuangan). Kemudian pelaksanaannya tahun ini untuk pengadaan lahan dan penggaliannya," kata dia kepada "PR", Jumat 5 April 2019.

Untuk tahun depan, lanjut dia, BBWS Citarum masih akan melakukan pembangunan pelengkap  seperti pelengkap rivermen dan pompanya, persis dengan kolam retensi Cieunteung.

Selain itu, pihaknya juga akan membuat folder di Cigosol. "Jadi air yang terjebak di folder itu tidak bisa keluar, karena air berada di Baleendah dan Dayeuh Kolot yang posisinya rendah sehingga air terjebak, keluarnya sulit karena posisi di bawah sungai. Nah itu perlu folder, baru kita pompa," kata dia.

Dikatakan Suwarno, BBWS Citarum pun akan membuat floodway atau sodetan atau shortcut di Sungai Cisangkuy. Sungai ini mengalir bermuara di Dayeuhkolot sehingga di sana menjadi konsentarsi banjir. Di Dayeuhkolot ini terdapat tiga anak sungai yaitu Cisangkuy, Cikapundung dan Citarum.

"Dengan demikian kami membuat sodetan di Cisangkuy di atasnya, di daerah Kamasan. Flood way ini sekarang on going, insya Allah tahun depan selesai," ucap dia.

Jika floodway tersebut sudah berfungsi, sambung Suwarno, maka 200 kubik akan dialihkan ke sodetan tersebut. Air akan mengalir melalui Sungai Ciranjeng sepanjang 3,7 km yang juga mereka normalisasi.

"Akhirnya air ke Citarum tapi sudah di bagian hilirnya di Dayeuhkolot dan Baleendah," kata dia.

Upaya-upaya tersebut, kata dia, dipastikan akan mengurangi volume banjir tahun depan cukup signifikan.

Dia optimistis pengurangan banjir atau genangan pun didukung dengan selesainya pembangunan embung di kawasan masjid Al Jabbar Gedebade. Di sana embung seluas 7,4 hektar untuk mengendalikan banjir di kawasan Gedebage sudah selesai 100 persen.***

Bagikan: